Suriah vs Israel: Suriah Mampu Menghadapi Israel – Baru-baru ini kecamuk di Timur Tengah dan seputar konflik Suriah mengalami ketegangan yang luar biasa. Tingkat ketegangan semakin bertambah ketika presiden Suriah menegaskan bahwa negaranya, Suriah, mampu menghadapi Israel.

Tantangan tersebut sempat membuat Israel geram. Pasalnya, Israel sebagai negara hegemoni di Timur Tengah berupaya untuk ikut campur sembari menghentikan konflik di Suriah yang berlarut-larut dengan korban jiwa yang tidak tanggung-tanggung. Ikut campurnya Israel juga membuat Suriah dan negara-negara anti-Yahudi lainnya geram.

Bashar Al-Assad sebagai presiden Suriah berpidato di sebuah stasiun TV dengan menyatakan bahwa Suriah mampu menghadapi Israel. Pernyataan itu muncul sebagai reaksi dan kegeraman Al-Assad secara terbuka setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah sasaran di dekat ibukota Suriah, Damaskus, beberapa minggu lalu.

Presiden Bashar Al-Assad menyatakan bahwa rakyat Suriah beserta personel militer Suriah, yang sudah mencapai keberhasilan besar dalam melawan terorisme dan kelompok jihad, mampu menghadapi aksi ofensif Israel, yang menciptakan wajah terorisme dengan sasarannya ke Suriah setiap hari.

BACA JUGA:  Kebijakan Soekarno di Masa Perang Dingin

Ia menambahkan bahwa agresi Israel yang baru-baru ini terjadi mampu mengungkapkan keterlibatan pasukan pendudukan Israel dan negara-negara Barat serta di kawasan yang mendukung agresi melalui insiden yang sedang berlangsung di Suriah.

Meski pernyataan presiden Suriah dalam pidato di TV tersebut terkesan menantang, namun dalam pidato tersebut ia sama sekali tidak menyinggung aksi pembalasan atas serangan Israel tersebut. Tidak ada pernyataan resmi dari sang presiden untuk melancarkan aksi pembalasan terkait serangan udara yang telah di lakukan Israel beberapa waktu lalu.

Suriah vs Israel: Timur Tengah Memanas

Suriah vs Israel
Gambar: Shoebat

Kawasan Timur Tengah memang berisi konflik yang berlarut-larut. Sudah beberapa generasi tetap saja konflik tersebut tidak berlarut. Ada saja konflik baru. Masing-masing oposisi menuding oposisinya sebagai penyebab goyahnya keamanan di kawasan tersebut.

Sebelumnya terkait pernyataan itu, presiden Al-Assad sudah mendapatkan dukungan Iran. Beberapa waktu sebelumnya, Bashar Al-Assad sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi, untuk meminta back up dari Iran terkait permasalahannya dengan Israel.

BACA JUGA:  ASEAN & Perbedaan Bali Concord II dan III

Suriah vs Israel: Konferensi Internasional

Iran, melalui Ali Akbar Salehi, menyatakan bahwa Iran akan mendukung Suriah dalam menghadapi setiap upaya Israel yang mengganggu keamanan kawasan Timur Tengah.

Di dalam konferensi Internasional terkait isu tersebut, pejabat Israel menyatakan bahwa serangan udara yang terjadi pada tanggal 3 & 5 Mei 2013 lalu ditargetkan ke arah senjata Iran yang melintasi Suriah untuk mencapai kelompok militan Hezbollah di Lebanon.

Pemerintah Suriah, melalui protes resminya ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyebutkan bahwa serangan tersebut menyebabkan jatuhnya sejumlah korban jiwa dan kerusakan fisik yang meluas di negara yang beribu kota di Damaskus tersebut.

Dalam perkembangan terpisah terkait kasus tersebut, dua negara superpower Rusia dan Amerika Serikat sepakat untuk melaksanakan konferensi internasional yang diharapkan dapat menciptakan penyelesaian atas konflik politik di Suriah.

Kesepakatan Rusia dan Amerika Serikat tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dengan mitranya dari Amerika Serikat, John Kerry, setelah menggelar pertemuan di Moskow, Rusia pada tanggal 7 Mei 2013 lalu.

BACA JUGA:  Perwakilan Diplomatik dalam Hubungan Internasional

Konferensi internasional yang diadakan merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kelompok Aksi yang berlangsung di Jenewa pada Juni 2012 lalu.

Menurut John Kerry, pilihan lainnya adalah akan lebih banyak kekerasan. Pilihan lainnya adalah Suriah mengarah semakin dekat ke arah kemusnahan, jika memang sedang tidak dalam kemusnahan atau kekacauan.”

PBB memperkirakan, sejak konflik Suriah marak sekitar dua tahun lalu, sudah jatuh korban sekitar 70.000 jiwa dan lebih dari satu juta warga mengungsi dari Suriah.

 

Referensi Tambahan: Kompas.com

1 KOMENTAR

  1. Konflik perang di Suriah ini semakin parah dan sangat tidak manusiawi. Kecaman dari berbagai negara karena tindakan yang brutal menewaskan warga sipil dan anak-anak. Bahkan bantuan dari PBB dan NGO dunia pun sering kesulitan karena ditahan pasukan pemerintah. Sampai saat ini masyarakat dunia mengecam perang yang tak berkesudahan ini dan memberi bantuan yang semaksimalnya bisa membentu mereka

TINGGALKAN KOMENTAR