Review Buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck – Mark Manson – Dari sekian banyak buku non-fiksi yang sudah saya baca, buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck karya Mark Manson merupakan salah satu buku favorit saya dan ingin saya rekomendasikan untuk Anda semua.

Bahasanya yang ringan dan mudah dipahami, to-the-point, serta kritik yang blak-blakan tentang cara pandang dan cara menjalani hidup menjadi sajian yang menurut saya pribadi sangat menghibur sekaligus membentuk pola pikir untuk lebih berani dan percaya diri dalam menghadapi apapun.

Dari judulnya saja Anda sudah pasti tahu bahwa tema yang dibahas memang blak-blakan, dan secara tegas mengajak pembaca untuk bersikap ‘bodo amat’ tentang hal-hal yang sifatnya menjadi penghambat untuk mencapai berbagai tujuan dalam hidup.

Baca Juga: Free Ebook: Marxism, Fascism, and Totalitarianism

Isinya juga terfokus pada ajakan untuk berani mengambil keputusan dan melakukan sesuatu untuk mencapai berbagai tujuan.

Nah, agar semakin penasaran, berikut review buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck dari saya sebagai salah satu pembacanya yang terhibur.

Review Buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck Karya Mark Manson

Salah satu hal yang menghambat keberhasilan adalah ketakutan akan kegagalan. Meskipun sudah gagal, kebanyakan orang takut untuk kembali mencoba.

Baca Juga: Free Ebook: The Prince oleh Niccolo Machiavelli

Lewat buku ini, kita diberikan kesadaran bahwa kegagalan bukanlah akhir, dan memberi kita ‘ketenangan’ bahwa kegagalan adalah sesuatu yang wajar dan harusnya kita bersikap ‘bodo amat, yang penting coba lagi’.

Kita juga diajak untuk melihat masalah ataupun kegagalan dari perspektif yang berbeda, sehingga bilapun kita ingin mencoba kembali, kita bisa mengatur strategi atau pun rencana yang lebih baik lagi.

Pada Capter I buku ini yang berjudul Don’t Try, dijelaskan apa sebenarnya makna dari “Not Giving a Fuck”.

Baca Juga: Free Ebook: The Art of War oleh Sun Tzu

Berawal dari kisah Bukowski, seorang novelis yang ‘tidak berbakat’ dan selalu saja sial, menghabiskan sebagian besar masa hidupnya untuk hal-hal yang negatif, akhirnya sukses menjual karya lebih dari dua juta copy di usia 50-an.

Lewat kisah Bukowski, ia mencoba menjelaskan bahwa kesuksesan dan merubah diri menjadi lebih baik biasanya terjadi secara bersamaan, tapi bukan berarti dua hal tersebut adalah hal yang sama.

Contohnya adalah Bukowski sendiri. Meskipun ia pada akhirnya sukses, bukan berarti kesuksesan tersebut mampu merubah dirinya menjadi lebih baik. Ia tetap berkutat dengan alkohol.

Mark Manson mencoba menjelaskan bahwa kesuksesan bagi masyarakat umum selalu berkaitan dengan material, padahal seharusnya tidak seperti itu.

Dan kebanyakan orang pada umumnya lebih fokus pada sesuatu yang lebih (materi, red), dan pada akhirnya melewatkan hal-hal lain yang jauh lebih positif.

Baca Juga: Free Ebook: The Great Book of Best Quotes of All Time

Dan setiap bab dalam buku ini selanjutnya mengarahkan kita untuk mengindari sesuatu yang negatif dari hasil pandangan masyarakat umum yang pada akhirnya menuntut kita untuk seperti ini, seperti itu.

Hal-hal itu sendiri akan menghambat kita untuk melakukan berbagai hal positif, apalagi mewujudkan berbagai tujuan hidup.

Oleh karena itu, Mark Manson mengajari kita “Sebuah Seni untuk Bersikap ‘Bodo Amat'” dalam menghadapi berbagai hal negatif dalam lingkungan bermasyarakat.


Tentang Buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck – Mark Manson

Review Buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck karya mark manson - 2

  • Judul Resmi: The Subtle Art of Not Giving a F*ck: A Counterintuitive Approach to Living a Good Life
  • Judul Terjemahan: Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat: Pendekatan yang Waras Demi Menjalani Hidup yang Baik
  • Penulis: Mark Manson
  • Terbit: 13 September 2016
  • Halaman: 224 (Inggris), 256 (Indonesia)
  • Genre: Non-Fiksi, Self-help

Penutup

Sebenarnya, masih banyak sekali hal yang bisa didapatkan dari buku ini. Saya tidak akan membahas semuanya dalam artikel ini karena saya ingin Anda semua membacanya sendiri dan memetik berbagai pelajaran berharga darinya.

Bagi saya sendiri, buku ini sangat layak untuk dibaca oleh siapapun, baik itu mereka yang masih dalam tahap pendidikan, karir, maupun mereka yang ingin memutuskan untuk membangun sebuah bisnis atau ‘banting stir’ ke karir baru.

Isinya begitu ringan dan sangat mudah untuk dipahami. Gaya penulisannya juga sangat khas dan menghibur.

Menyampaikan maksud dalam bentuk humor adalah salah satu cara terbaik agar maksud tersebut mudah dipahami, dan begitulah gaya tulisan Mark Manson yang juga merupakan seorang blogger.

Saran saya, jangan tersinggung karena banyak kata ‘fuck’ dalam setiap bab-nya karena memang begitulah gayanya.

Baca Juga: Review Buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP

Buku ini akan membuat Anda berpikir dua kali untuk tidak mencoba, dan semakin yakin untuk mengeksekusi sebuah rencana tanpa berlama-lama.

Bersikap ‘bodo amat’-lah terhadap ketakutan akan kegagalan, rasa malu dan tidak percaya diri, dan omong kosong dari orang-orang yang menghambat Anda untuk mencapai hal-hal positif.

Dan terakhir, jangan ragu untuk membeli dan membaca buku ini dari awal sampai akhir tanpa melewatkan satu detil pun.

Semoga review buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck karya Mark Manson ini cukup membuat Anda penasaran dan tertarik untuk membacanya sendiri.


Beli Bukunya Sekarang

Anda bisa membeli buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck di berbagai toko atau bisa langsung dipesan melalui Seni Berpikir.

Gunakan formulir ini untuk memesan buku. Kami akan mencarikan buku pilihan Anda dengan harga termurah dari pihak ketiga dan langsung kami kirim lewat email (ebook) atau ke alamat Anda (buku cetak).

Pesan Buku


Baca Review Buku Lainnya:

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.