Perwakilan Diplomatik dalam Hubungan Internasional

Perwakilan Diplomatik dalam Hubungan Internasional – Dalam hubungan antar negara, diplomasi melalui perwakilan diplomatik sudah menjadi hal yang paling umum sebagai metode pendekatan yang alamiah di antara dua negara atau lebih. Diplomasi dianggap sebagai pijakan yang paling dasar dalam upaya pemenuhan kepentingan negara terhadap negara lainnya, ketimbang langsung melalui jalan perang.

Diplomasi menjadi wadah bagi proses negosiasi antarnegara untuk mencapai kepentingan masing-masing. Diplomasi juga menjadi jalan bagi terbukanya pintu hubungan baik antarnegara yang kemudian dapat bekerjasama dalam memenuhi kepentingan nasional masing-masing.

Perwakilan Diplomatik dalam Hubungan Internasional

Seiring perkembangannya, diplomasi kemudian memiliki hukum internasional sebagai sisi lainnya. Setiap pihak yang berdiplomasi, mereka akan mengacu pada hukum internasional. Oleh karena itu diplomasi dan hukum internasional merupakan dua inti yang menyatu.

Lalu apa kaitan diplomasi dengan perwakilan diplomatik dalam hubungan internasional? Dalam diplomasi, mengapa negara perlu mengadakan perwakilan di luar negeri?

Hal tersebut dapat kita lihat pada Pasal 3 Konvensi Wina:
1. Mewakili negara secara permanen
2. Melindungi kepentingan secara aktif
3. Pelaksanaan diplomasi secara efektif
4. Pengamatan dan pelaporan kondisi secara dekat dan menyeluruh
5. Pemeliharaan hubungan secara insentif (contohnya: mengadakan beasiswa)
6. Perlindungan dan pelayanan warga negara di luar negeri
7. Pengelolaan dan perluasan hubungan niaga
8. Pelayanan izin lintas batas negara

Lalu apa saja misi permanen yang diemban oleh perwakilan diplomatik berdasarkan tingkat, sifat, dan jenisnya?
Dalam hubungan bilateral setidaknya terdapat 11 tingkatan, sifat, atau pun jenis perwakilan diplomatik:
1. Perwakilan Diplomatik oleh Kedutaan Besar (embassy)
2. Oleh Komisi Tinggi (High Commission)
3. Oleh Nunsiatur Kerasulan
4. Kedutaan/legasi (legate)
5. Internunsiatur Kerasulan
6. Konsulat Jenderal
7. Konsulat
8. Konsulat Kehormatan
9. Delegasi Kerasulan
10. Kantor
11. Kuasa (seksi kepentingan/pelindung)

Masing-masing perwakilan diplomatik yang disebutkan di atas memiliki misi yang harus diemban sebagai perwakilan negara dalam melakukan hubungan dan melakukan negosiasi demi pencapaian kebutuhan.

Sedangkan di hubungan multilateral, terdapat 2 jenis:
1. Perutusan Tetap
2. Delegasi

Dalam pembahasan berikutnya akan dijelaskan mengenai masing-masing pengertian di bidang bilateral dan multilateral dalam perwakilan diplomatik.

Walter Pinemhttps://walterpinem.me/
Traveler, Teknisi SEO, dan Programmer WordPress. Aktif di Seni Berpikir, A Rookie Traveler, GEN20, Payung Merah, dan De Quixote.

Bacaan SelanjutnyaPENTING
Topik Menarik Lain

Siapkah Indonesia Menurunkan Derajat Hubungan Bilateral dengan Australia?

Siapkah Indonesia Menurunkan Derajat Hubungan Bilateral dengan Australia? - Beberapa minggu terakhir media lokal Indonesia dan Australia sedang heboh memberitakan masalah penyadapan yang dilakukan oleh...

Logosentrisme dalam Metodologi Ilmu Hubungan Internasional

Logosentrisme berasal dari kata logos yang berarti fondasi atau landasan. Logosentrisme sendiri mempunyai arti semua yang memiliki landasan dan fondasi (En Arkhe, En Ho...

Teori Neo-fungsionalisme dalam Organisasi Internasional

Teori Neo-fungsionalisme dalam Organisasi Internasional  Apa itu Teori Neo-Fungsionalisme? Neo-fungsionalisme adalah grand theory “teori besar” pertama yang menjelaskan fenomena integrasi di kawasan Eropa. Pemikir terkemuka sekaligus...

1 KOMENTAR

  1. terima kasih buat halamanya ,, bisa shre ke sya lewat email ya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ikuti Kami!

1,371FansLike
794FollowersFollow
210SubscribersSubscribe

Terpopuler

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!