Evolusi Perang – Evolusi perang telah terjadi setidaknya 4 kali di dalam 3 abad terakhir. Evolusi Perang yang dimaksud disini tertuju pada bentuk dari perangnya sendiri, senjata/teknologi yang digunakan, jumlah pasukan serta kehancuran yang terjadi entah itu korban jiwa yang melimpah maupun material lainnya.

Di abad ke-17 perang yang terjadi berdasar pada isu agama yang membatasi penggunaan pasukan. Di abad selanjutnya peperangan itu sendiri yang kemudian dibatasi, tepatnya di masa pencerahan. Lalu kemudian berevolusi dengan menggunakan pasukan yang massive dengan tujuan untuk menang secara absolut.

Setidaknya terdapat evolusi perang yang pernah terjadi di masa modern ini, yaitu:

1. Perang Napoleon (1793)

Di masa perang Napoleon, ide wajib militer/conscript pertama kali diberlakukan di Eropa. Wajib militer yang dilakukan bertujuan untuk menambah jumlah pasukan untuk berperang melawan musuh secara ofensif yang benar-benar sangat merugikan pihak yang kalah.

Perang di masa ini berbeda dengan perang-perang sebelumnya yang masih mempertimbangkan kerugian dari perang itu sendiri. Perang disini bukan lagi hanya disebabkan oleh masalah teritorial namun juga mengacu pada berbagai masalah entah itu kudeta, dan lain sebagainya yang pada intinya tujuannya semakin berkembang.

Oleh karena jumlah pasukannya yang sangat banyak untuk benar-benar melakukan serangan secara total, pergerakan pasukan pun melambat yang kemudian mengakibatkan perang menjadi lebih lama karena jumlah pasukan yang harus dikalahkan sangat banyak, dan pasukan yang harus dikumpulkan sebelum berperang juga sangat banyak.

BACA JUGA:  Policy Brief Indonesia

2. Industrialisasi Perang

Di dalam evolusi perang ini, teknologi persenjataan mulai diaplikasikan begitu juga dengan transportasi dan alat komunikasi yang digunakan. Jika sebelumnya persenjataan dan peralatan perang lainnya masih tradisional, di masa ini industri membantu kebutuhan perang demi kemenangan yang hendak diraih.

Di evolusi perang yang ini secara jelas ditandai dengan hadirnya senjata api laras panjang, meriam, dan senjata-senjata perang lainnya. Railway juga digunakan untuk memudahkan suplai peralatan perang dan berbagai logistik lainnya sehingga pendistribusian peralatan perang lebih cepat dan efisien. Mobilisasi pasukan dengan memanfaatkan railway juga berhasil meningkatkan efektivitas dan efisiensi suatu pihak dalam berperang.

Jika dulu masih menggunakan sangkakala dan alat-alat komunikasi lainnya, di masa ini telegram sudah ditemukan untuk berkomunikasi selama perang berlangsung. Perang di masa ini juga melibatkan warga sipil yang secara aktif berpartisipasi membantu tentara untuk memenangkan peperangan.

3. Naval Warfare

Jika di masa-masa sebelumnya masih menggunakan jalur darat sebagai teritorial utama untuk berperang, di evolusi perang yang ini sudah meluas hingga ke lautan dengan teknologi kapal laut perang. Perang menjadi semakin meluas, begitu juga bentuk dan penyebabnya.

Menurut Alfred Mahan, kekuatan angkatan laut selalu menjadi bagian terpenting dalam sejarah perang. Tujuan memiliki kekuatan angkatan laut yang besar adalah pencapaian kekuasaan di lautan sehingga mudah untuk menghancurkan armada perang pihak musuh yang kemudian berpengaruh pada kemenangan.

BACA JUGA:  Presiden Iran, M. Ahmadinejad, Ditangkap!

Di jaman-jaman sebelumnya sejak konsep perang peninggalan Napoleon atau pun pada masa sebelumnya, pihak yang berperang masih menggunakan kapal kayu, namun di evolusi perang yang ini suatu pihak mampu menguasai lautan dengan kapal bajanya yang kuat dan jumlah yang besar.

4. Total Warfare

Dalam evolusi perang yang ini, teknologi persenjataan sudah sangat berkembang. Cakupan geografis perang juga sudah menjadi sangat luas. Disini, teknologi airforce sudah menjadi bagian dari perang, begitu juga instrumen lainnya seperti infantry, cavalery, artilery, warships dengan berbagai kekuatan yang sudah sangat modern dan canggih, bahkan dengan adanya penggunaan bom nuklir di Perang Dunia II.

Dalam masa evolusi perang yang ini terjadi perubahan elemen pada sistem perang dimana terjadi peraturan untuk tidak melibatkan atau menargetkan serangan ke rakyat sipil, terutama anak-anak dan juga para wanita. Dalam hal ini, perang total dimaksud sebagai perang tanpa batasan yang tanpa membatasi jumlah pasukan dengan banyaknya korban jiwa yang mungkin terjadi, dan kehancuran material yang benar-benar dahsyat.

Dalam evolusi perang ini, peperangan seperti tanpa batasan yang termasuk di antaranya cakupan geografis, penggunaan persenjataan, penggunaan pasukan, mobilisasi sumber-sumber daya nasional hingga siapa yang boleh atau pun yang tidak boleh diserang (konsep combatant & non-combatant). Warga sipil yang termasuk di dalamnya anak-anak dan wanita dianggap sebagai non-combatant, yang artinya tidak boleh dijadikan target penyerangan.

BACA JUGA:  Sejarah Terjadinya Perang Dunia II

Tambahan:

5. Perang Nuklir hingga Perang Dingin

Di perang dunia II Amerika Serikat menggunakan bom nuklir untuk menghancurkan dua kota penting Jepang yang kemudian menghasilkan kemenangan instan bagi pihak Amerika Serikat. Bom nuklir menjadi instrumen selanjutnya yang mengubah bentuk perang sehingga kemudian terjadi evolusi perang di masa perang dingin. Jika kita melihat dua kekuatan terbesar Blok Barat (Amerika Serikat) dan Blok Timur (Uni Soviet), nuklir menjadi senjata menakutkan yang digunakan untuk mengancam masing-masing pihak sembari merekrut anggota baru sesuai ideologi yang diusung masing-masing pihak.

Nuklir mengubah total warfare yang menjadi instrumen dari kekuatan besar suatu pihak untuk mencapai kepentingan politik “at one time” dengan kehancuran besar sebagai akibatnya dalam segala bidang.

6. Masa Setelahnya

Interstate & Intrastate Warfare: Perang yang terjadi di evolusi perang yang ini lebih kepada perang-perang perebutan batas wilayah, persaingan teknologi perang, perang sipil atau perang antar suku, kudeta, perang ideologi dengan penggunaan batasan perang yang berdasar pada aturan PBB dan Hukum Internasional.

Selain itu terdapat juga peperangan yang melibatkan isu terorisme dan ideologi anti-Barat.

SHARE
Artikel SebelumnyaPerang Menurut Prinsip Machiavelli
Artikel SelanjutnyaMengenang The Iron Lady, Margaret Thatcher
Seni Berpikir membahas tentang ilmu hubungan internasional yang berisi hubungan internasional sebagai forum bagi setiap negara dalam memenuhi kepentingan nasionalnya. Seni Berpikir juga berisi hal-hal lain seputar Wordpress dan Tips Blogging lainnya. Mohon sertakan sumber jika Anda meng-copy-paste tulisan dari dalam situs ini. Regards,

TINGGALKAN KOMENTAR