SeniBerpikir_MargaretTatcher
Margaret Thatcher (Google.com)

Mengenang The Iron Lady, Margaret Thatcher – Perjalanan hidup sang wanita besi, Margaret Thatcher, telah berakhir akibat penyakit stroke. Sang perdana menteri wanita pertama Inggris yang berkuasa di era Perang Dingin hingga berakhirnya perang tersebut ternyata meninggalkan sejarah penting dan kenangan dalam hubungan internasional dan politik dunia.

Margaret Thatcher merupakan seorang putri dari pebisnis dan mayor di kota Grantham. Dia juga bersekolah di sekolah dasar lokal dan melanjutkan pendidikannya di Oxford hingga mendapatkan gelar di bidang studi Kimia. Di Oxford juga Margaret Thatcher pernah menjadi presiden Conservative Association, sebuah organisasi pemikir konservatif di Oxford.

Setelah lulus, Margaret Thatcher bekerja di sebuah penelitian kimia selama empat tahun. Dia kemudian memenuhi syarat sebagai pengacara, yang mengkhususkan diri dalam hukum perpajakan di sekitar tahun 1954. Sebelum ia menikah dan masih menyandang nama nona Margaret Roberts, dia sudah dua kali mengikuti pemilihan parlementer sebagai bagian dari Partai Konservatif untuk Finchley.

Penunjukan menteri pertama Margaret Thatcher ada di tahun 1961, ia dengan cepat menjadi juru bicara front-bench untuk partai dan anggota Shadow Cabinet. Ketika kaum konservatif kembali ke kantor masing-masing di tahun 1970, dia ditunjuk sebagai sekretaris negara di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, menjadi terkenal dengan yel-yel “Thathcer, Thatcher, milk snatcher” setelah penghapusannya dari skema universal free school milk.

Setelah kaum konservatif kehilangan kekuasaan di tahun 1974, ia diangkat sebagai anggota Shadow Cabinet dan terpilih sebagai ketua Partai Konservatif di tahun 1975. Bulan Mei tahun 1979 ia menjad perdana menteri wanita Inggris pertama dalam sejarah negeri monarki tersebut. Partai Konservatif mendapatkan dukungan terbesar dari partai kaum buruh.

BACA JUGA:  The History of Sino-Vietnam Relations

Dalam pemerintahannya, ia sangat dikenal dengan penghancuran industri tradisional Inggris melalui serangannya terhadap organisasi buruh seperti serikat penambang dan untuk privatisasi besar-besaran terhadap perumahan sosial dan transportasi umum. Margaret Thatcher juga terkenal karena tergabung sebagai sayap kanan, aliansi pro-perusahaan bersama dengan Presiden AS Regan.

Pada tahun 1982 Margaret Thatcher dan pemerintahannya membawa Inggris untuk berperang dengan Argentina atas invasi Kepulauan Falkland (Malvines). Kemenangan Inggris atas konflik tersebut menjadi faktor penyumbang kemenangan pemilu 1983 bagi kaum konservatif dalam mendapatkan masa jabatan kedua dalam pemerintahan Inggris.

Dia mengundurkan diri pada tanggal 28 November 1990, setelah usahanya dalam menerapkan tarif pajak tetap lokal (Pajak Poll) dan untuk mencabut hak mereka yang tidak membayar. Hal ini menyebabkan protes besar-besaran, dan melahirkan ketidaksetujuan dari dalam partainya sendiri. Pada tahun 1992, ia diangkat ke House of Lords, sebagai Baroness Thatcher dari Kesteven.

Ia meninggalkan pemerintahan yang ia diduduki melalui tulisan dan ceramah. Akhir-akhir ini kesehatannya memburuk dan memori otaknya menjadi semakin menurun. Ia dipaksa untuk menarik dari dari penampilannya di depan publik, dan seketika menjadi sangat jarang terlihat lagi di hadapan publik untuk sekedar berpidato atau pun acara kenegaraan lainnya.

BACA JUGA:  Konstelasi Politik Iran Menurut Teori Neo-Realisme

Pada akhirnya The Iron Lady, Lady Margaret Thathcer meninggal dunia dengan tenang di umur 87 tahun karena penyakit stroke yang sudah lama dialaminya, tanggal 8 April 2013.

 

Sumber: Lady Thatcher Biography

TINGGALKAN KOMENTAR