GreenPeace

Dewasa ini dunia yang semakin berkembang setiap harinya menjadi lebih maju, baik dari segi ekonomi, budaya, sosial dan tentu saja teknologi. Perkembangan tersebut dipicu oleh kebutuhan manusia yang semakin lama semakin bertambah sehingga membuat masyarakat terus berkembang. Kebutuhan manusia yang semakin banyak terus didukung oleh usaha- usaha yang dilakukan untuk dapat mencapai kebutuhan tersebut. Salah satu kebutuhan manusia yang dari dulu hingga saat ini belum tercapai sepenuhnya adalah perdamaian dan ketentraman secara global yang bisa dirasakan seluruh penduduk bumi. Tentunya setiap orang di bumi menginginkan terciptanya perdamaian.

Oleh karena itu, muncullah suatu pemikiran yang dikenal dengan globalist view sebagai pandangan terhadap hal-hal yang dapat mempertahankan kedamaian dan ketentraman di dunia.

Dalam paper kami mencoba menjelaskan,bagaimana globalist view sebagai salah satu pandangan modern dapat menangani isu internasional yang terjadi melalui sudut pandang suatu organisasi internasional? Tentunya kita sudah sering mendengar isu-isu dalam lingkup internasional seperti kemiskinan, kelaparan, pemanasan global, pelanggaran HAM, konflik atau pun peperangan dan sebagainya. Globalist view pada dasarnya merupakan pandangan di mana para pemikir/penganutnya mewakili manusia lainnya yang menginginkan terciptanya suatu perdamaian dunia. Pandangan global ini merupakan suatu pandangan di mana negara-negara yang berdaulat saling terhubung satu sama lain untuk mencapai tujuan yakni, membuat dunia menjadi lebih baik. Sebenarnya itu merupakan  pandangan lama, sebab untuk masa sekarang istilah global ini adalah ketika organisasi internasional pemerintah, organisasi internasional non pemerintah, individu, perusahaan multinasional dan pemerintah sendiri saling bekerjasama untuk mencapai tujuan. Pandangan global ini memiliki tujuan dan kepentingan untuk umum atau dunia khususnya untuk lingkungan, perdamaian dunia, dan juga keadilan hak asasi manusia. Meskipun pandangan ini terkesan mengabaikan kepentingan nasional sendiri namun pandangan ini sebenarnya tidak sepenuhnya mengabaikan kepentingan nasional atau pun mengesampingkannya. Pandangan global ini justru pada akhirnya akan menguntungkan bagi negara masing-masing. Sebab dengan terciptanya perdamaian dunia maka akan tercipta juga keamanan di negara masing-masing.

Untuk  mencapai hal tersebut maka diperlukan suatu tatanan yang dapat mengatur secara global tetapi tidak bersifat mengikat. Dengan kata lain boleh dibilang bahwa tatanan tersebut bersifat sukarela. Dalam pencapaiannya terdapat beberapa pandangan terhadap tatanan global ini. [1]Menurut pandangan global, tatanan global merupakan suatu tatanan yang terdiri dari hubungan antara pemerintah yang ada. Tetapi saat ini sudah memiliki pengertian yakni terdiri dari organisasi internasional non pemerintah, gerakan masyarakat, perusahaan multinasional, dan pasar global.

Pada saat ini globalist view merupakan suatu pandangan yang dianggap amat idealis. Sebab pandangan ini menginginkan suatu situasi dunia yang damai yang berada dalam suatu tatanan global yang teratur tetapi tidak mengikat. Sebenarnya pandangan ini banyak diterapkan atau mendasari suatu organisasi internasional non pemerintah yang bertujuan untuk perdamaian dunia, keadilan hak asasi manusia atau pemanasan global untuk penyelamatan bumi. Tujuan organisasi internasional non pemerintah ini memang untuk kepentingan bersama, namun dalam penerapannya tentunya belum seluruh manusia yang ada di bumi menerapkannya. Individu-individu yang tergabung dalam suatu gerakan, atau organisasi internasional yang memperjuangkan keadilan, perdamaian serta lingkungan hidup ini memiliki sifat yang peduli akan keadaan bumi sekitar. Maka dari itu pandangan global ini dinilai terlalu idealis sebab tidak semua orang memiliki kesadaran yang sama untuk meciptakan perdamaian, keadilan, serta menjaga lingkungan hidup. Hal tersebut merupakan suatu sikap skeptis dari pandangan global itu sendiri.

BACA JUGA:  The History of Sino-Vietnam Relations

Di satu sisi, pandangan global ini memiliki suatu pemahaman bahwa [2]permasalahan global membutuhkan solusi yang global berdasar pada suatu institusi yang dapat membawa pandangan global. Ini merupakan pemikiran optimis pandangan global. Memang benar suatu permasalahan global seperti kemiskinan, hak asasi manusia, perdagangan manusia, permasalahan lingkungan memerlukan suatu permasalahan yang membutuhkan suatu pemecahan yang bersifat atau berasal dari pandangan global. Sebab tentunya hal tersebut dapat memecahkan suatu persoalan global. Namun dalam kenyataannya pandangan global ini sulit diterapkan secara keseluruhan yang disebabkan oleh perbedaan kesadaran setiap orang. Hal tersebutlah yang dimaksudkan tentang sikap skeptis dari pandangan global.

[3]Only One Heart  menjadi semboyan akan pandangan ini. Bumi menjadi hal yang amat penting. Di sini segala kepentingan negara bukan diabaikan tetapi menjadi hal yang tidak diutamakan sebab tujuan yang harus mereka capai adalah perdamaian dunia. Meskipun hanya satu tujuan yang ingin dicapai oleh pandangan ini yakni Only One Heart  namun hal yang harus dilakukan oleh mereka sangat banyak. Diantaranya harus menyelesaikan masalah mengenai iklim, atmosfirm dan samudra. Terlalu banyak yang harus diselesaikan sehingga tidak fokus dan tidak terorganisasi dengan baik. Di sinilah keberadaan organisasi internasional baik yang pemerintah  mau pun non pemerintah saling bekerja sama untuk dapat mencapai situasi dunia yang lebih baik.

Pandangan global sendiri menerima banyak kritikan dari berbagai pihak dan terbuka untuk itu. Pandangan ini dinilai terlalu idealis dalam tujuannya sehingga menimbulkan banyak kritikan. Namun pandangan ini juga mempunyai keyakinana bahwa pasti ada saja kemungkinan dan cara untuk dapat mempertahankan bumi.

Pandangan global ini termasuk juga dalam global ekonomi, dimana perdagangan menjadi hal yang diutamakan dalam prosesnya. Namun dalam kenyataan globalisasi ini banyak mengalami pertentangan, banyak juga ternyata tidak setuju akan adanya perdagangan bebas yang merupakan salah satu dampak dari globalisasi. Global ekonomi memang memberi hal yang positif dan negatif bagi masing-masing negara. Global ekonomi dapat memicu kemajuan suatu negara dalam hal teknologi, atau pun sumber daya, namun belum tentu dapat memajukan negara berkembang. Globalisasi ini bisa juga malahan membuat masyarakat di negara berkembang malah terpuruk dalam kemiskinan. Contoh yang paling dapat kita rasakan adalah kasus Freeport di Papua. Tentunya hal itu amat jelas, sebab rakyat Papua sendiri di sana tidak terjamin ekonominya baik oleh perusahaan multi nasional tersebut atau pun oleh pemerintahan sendiri.

BACA JUGA:  Daftar Lengkap Presiden Amerika Serikat

Globalisasi ini berbeda dengan globalist view sebab globalisasi di sini lebih menekankan pada suatu proses untuk menjadikan dunia menjadi lebih maju lagi baik secara ekonomi, sosial maupun teknologi. Sedangkan globalist view merupakan suatu pandangan di mana  ingin membuat situasi dunia menjadi lebih nyaman dan damai tentunya. Ingin menjadikan bumi sebagai satu-satunya tempat yang memang harus fokus diperhatikan dan dijaga perdamaiannya. Dalam globalisasi terdapat unsur komersial sebab ekonomi global yang kian marak pada saat ini bisa menjadi salah satu penyebab dari retaknya perdamaian dunia. Globalisasi memang tidak selalu berdampak baik bagi masyarakat yang menjalankannya. Sehingga dapat ditegaskan sekali lagi bahwa globalisasi berbeda dengan pandangan global/globalist view. Hanya saja sebenarnya tujuannya sendiri sama-sama baik yakni ingin membawa masyarakat dunia ke situasi yang lebih baik lagi. Globalist viewsendiri mendapat kririkan dari banyak  pihak, seperti yang sudah dikatakan di atas bahwa  pemikiran ini terlalu idealis sedangkan situasi dunia tidak terlalu mendukung akan berkembangnya paham ini yang bisa dibilang juga bahwa pemikiran tersebut sangat jauh berbeda dengan realita yang ada yang selalu bisa kita temukan pada situasi global dewasa ini.

Dan setelah menjelaskan apa sebenarnya globalist view, dalam paper ini kami juga menjelaskan bagaimana keterkaitan pandangan globalis terhadap tujuan organisasi internasional yang berkaitan kuat dengan pencapaian kepentingan secara global tanpa ada kepentingan politik tersendiri. Dalam memperkuat pandangan globalis sebagai pandangan era masa kini, kami juga menggambarkan bagaimana kaitan antara keduanya (globalist view dengan organisasi internasional. Sebelum menjelaskan bagaimana kaitan antara keduanya, kami membahas organisasi internasional-nya terlebih dahulu. Organisasi internasional yang kami pilih dalam adalah Greenpeace.

Greenpeace merupakan organisasi lingkungan yang berperan dan bergerak secara global. Greenpeace sendiri didirikan di Vancouver, Kanada pada tahun 1971. Kegiatan Greenpeace dilaksanakan secara langsung tanpa adanya aksi kekerasan atau pun konfrontasi dan lebih kepada aksi secara damai dalam melakukan kampanye untuk menghentikan pengujian nuklir angkasa dan nuklir bawah tanah, begitu juga dengan kampanye menghentikan penangkapan ikan paus secara besar-besaran. Setelah beberapa tahun sejak terbentuknya organisasi ini, fokus Greenpeace mengarah ke isu lingkungan lainnya seperti penggunaan pukat ikan, pemanasan global, dan rekayasa genetika.

Kantor pusat organisasi Greenpeace terletak di Amsterdam sebagai kantor pusat Greenpeace Internasional dan memiliki kantor nasional dan regional di 41 negara di seluruh dunia. Organisasi ini memang bertindak secara global tanpa kepentingan politik tersendiri yang menguntungkan bagi diri sendiri. Greenpeace bergerak secara global dan berjuang untuk kepentingan yang bersifat global. Jadi seluruh masyarakat dunia bisa menikmati kepentingan yang hendak dicapai Greenpeace, bukan untuk kepentingan organiasi internasional itu sendiri.

Kegiatan Greenpeace sebagai kegiatan yang berperan penuh secara global menerima pendanaan melalui kontribusi langsung dari individu-individu yang bersedia membantu. Diperkirakan sekitar 2,8 juta para pendukung keuangan bersedia memberikan dukungan dana untuk terwujudnya pelestarian lingkungan di dunia tanpa terkecuali.

BACA JUGA:  Faktor-Faktor Terjadinya Gerakan Separatisme

 

Pernyataan resmi misi Greanpeace menyebutkan:

Greenpeace itu sendiri merupakan organisasi independen yang berkampanye menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan yang lebih kepada tindakan anti-kekerasan untuk mengungkap permasalahan lingkungan global dan untuk memaksa solusi bagi sebuah masa depan yang damai dan hijau. Target Greenpeace adalah untuk memastikan kemampuan bumi untuk kelangsungan hidup bagi semua keanekaragamannya.Asal mula Greenpeace dimulai dengan pembentukan formasi Don’t Make A Wave Committee oleh sekelompok aktivis Kanada dan Amerika di Vancouver pada 1970. Nama komite ini diambil dari sebuah slogan yang digunakan selama protes terhadap uji coba nuklir Amerika Serikat pada akhir 1969, komite datang bersama-sama dengan sasaran menghentikan ujicoba pemboman nuklir bawah tanah tahap ke-dua dengan kode Canikkin, oleh militer AS dibawah pulau AmchitkaAlaska. Kapal ekspedisi pertama disebut Greenpeace I, kapal ekspedisi ke-dua disebut Greenpeace Too! Uji coba tidak berhasil dihentikan, tetapi komite telah membentuk dasar untuk aktivitas Greenpeace selanjutnya.Bill Darnell adalah orang yang mengkombinasikan kata green (hijau) dan peace (damai), yang kemudian menjadi nama bagi organisasi ini. Pada 4 Mei 1972, setelah Dorothy Stowe menyelesaikan masa jabatan ketua Don’t Make A Wave Committee, organisasi ini kemudian secara resmi mengganti namanya menjadi “Yayasan Greenpeace”. risa dwi cahyani kemudian sebagi direkturnya.

Tujuan Greenpeace sebagai salah satu organisasi internasional adalah murni untuk terwujudnya kepentingan terhadap pelestarian lingkungan secara global yang nantinya bisa dinikmati oleh seluruh umat manusia di dunia. Greenpeace sebagai organisasi internasional tidak berjuang untuk kepentingannya sendiri, dengan kata lain berjuang untuk mewujudkan kepentingan yang mencakup seluruh negara beserta seluruh isinya. Lingkungan merupakan isu utama pelaksanaan tujuan organisasi tersebut. Dari segi lingkungan yang baik secara global, perdamaian dan ketentraman serta kenyamanan pun bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat internasional. Namun permasalahannya adalah bagaimana mewujudkan itu semua? Disitulah tantangan globalist view dalam perwujudan segala tujuan pemikiran tersebut melalui organisasi internasional itu. Belum semua masyarakat internasional yang mendukung dan menyadari tujuan baik yang dimiliki dan hendak dicapai oleh Greenpeace itu sendiri. Tujuan untuk melestarikan lingkungan secara global yang dapat dinikmati oleh seluruh umat kemudian memunculkan sikap skeptis



[1] Clive Archer, “ Global Governance”, International Organizations 3rd, (London : St Edmundsbury Press, 2001)page 108 – 109.

[2] Clive Archer, “ Global Governance”, International Organizations 3rd, (London : St Edmundsbury Press, 2001)page 170 – 171.

 

[3] Clive Archer, “ Global Governance”, International Organizations 3rd, (London : St Edmundsbury Press, 2001)page 170 – 171.

 

TINGGALKAN KOMENTAR