Presiden Iran, M. Ahmadinejad, Ditangkap! – Baru-baru ini dunia tercengang dengan kabar penangkapan presiden sebuah negara Timur Tengah yang kini tengah ditakuti oleh Barat. Adapun presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, ditangkap dan ditahan pada April 2013 lalu.

Penangkapan Mahmoud Ahmadinejad dilakukan oleh pengawal revolusi terkait hal-hal yang dianggap dapat merugikan rezim Islam Iran. Ahmadinejad ditangkap dan ditahan selama tujuh jam oleh pengawal revolusi dan dibebaskan setelah diperingatkan untuk tutup mulut mengenai hal-hal yang merugikan rezim Islam Iran tanggal 29 April 2013 lalu.

Kronologi Penangkapan Mahmoud Ahmadinejad

Saat dalam perjalanan pulang dari sebuah pameran buku di Ibukota Iran, Teheran, penasihat keamanan presiden dikabarkan mengenai hal yang mendesak sehingga presiden harus hadir di kantor pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khomeini.

Dalam perjalanan tersebut, secara tiba-tiba kontak antar-tim pengawal presiden terputus. Kontak antar-tim pengawal tersebut diputus secara sengaja. Dalam konvoi rombongan presiden dalam perjalanan tersebut, mendadak ada tiga mobil lain yang bukan anggota rombongan ikut ke dalam konvoi.

BACA JUGA:  50 Fakta Menarik Perang Dunia II

Tiga mobil tersebut membawa rombongan tersebut ke kantor Kepala Intelijen Pengawal Revolusi, Hossein Taeb, bukan dibawa ke Kantor Pemimpin Tertinggi Iran seperti yang dikehendaki sebelumnya.

Sesampainya di kantor Hossein Taeb, senjata seluruh anggota pengawal presiden dilucuti dan seluruh peralatan komunikasi yang mereka pakai diambil. Di saat yang sama, sekitar ratusan anggota Pengawal Revolusi lain dari unit intelijen Iran menanyai rekan-rekan Mahmoud Ahmadinejad di seluruh Teheran tentang keberadaan sejumlah dokumen yang merugikan rezim tersebut.

Di tempat tersebut, Ahmadinejad diinterogasi selama berjam-jam dalam pertemuannya dengan Hossein Taeb. Di tempat tersebut juga ada orang-orang penting seperti Asghar Hejazi yang berperan sebagai Kepala Intelijen di kantor pemimpin tertinggi; Mojtaba Khamenei yakni putra pemimpin tertinggi; dan Gholam Hossein Mohseni Ejei, Jaksa Agung.

Dalam interogasi tersebut Ahmadinejad diperingatkan untuk menarik kembali seluruh pernyataannya tentang para pejabat rezim tersebut. Ia juga diberikan ultimatum.

Sebuah media luar negeri, The Guardian, mengutip media yang dikendalikan rezim tersebut, yang bernama Baztab, yang melaporkan bahwa menjelang pendaftaran calon presiden mendatang, Ahmadinejad telah memberi peringatan kepada para rekannya.

BACA JUGA:  English School dan Penjelasannya

Isi peringatan Ahmadinejad yaitu: jika calon yang dipilihnya untuk menggantikannya nanti, Esfandiar Rahim Mashaei, ditolak sebagai calon presiden, maka dia akan membeberkan kaset-kaset yang akan menunjukkan bahwa rezim itu telah menipu para pemilih dalam pemilihan presiden tahun 2009.

Kabar penangkapan Ahmadinejad tersebut merupakan perkembangan terbaru yang berkaitan dengan memburuknya hubungan antara Ahmadinejad dengan pemimpin tertinggi Iran, dan perseteruan dengan lawan-lawan politik yang disebut-sebut telah melihat adanya pergeseran posisi Ahmadinejad dari seorang konservatif tradisional menjadi seseorang yang pro sayap kanan.

Sebuah media yang bernama Mail Online melaporkan bahwa Ahmadinejad telah terlibat dalam perebutan kekuasaan yang sedang berlangsung dengan keluarga Larijani. Keluarga Larijani merupakan sebuah faksi yang memegang beberapa kursi kunci kekuasaan di negara Islam tersebut.

Salah satu sekutu terdekat Ahmadinejad, Saeed Mortazavi, kembali ditangkap Februari lalu. Walau tidak ada alasan resmi untuk penangkapannya, hal tersebut terjadi menyusul sebuah film rahasia yang diungkapkan oleh Ahmadinejad di parlemen Iran, di mana Mortazavi tampak membahas kesepakatan bisnis penipuan yang diusulkan oleh Fazel Larijani (49), anak termuda dari lima bersaudara Keluarga Larijani.

BACA JUGA:  Greenpeace & Teori Globalist View

Meskipun Presiden Ahmadinejad telah lama mengecam keluarga Larijani karena genggaman mereka terhadap kekuasaan dan kursi kunci di pemerintahan negara Islam tersebut, namun keluarga itu mengatakan bahwa mereka memperoleh peran-peran tersebut melalui cara-cara yang sah menurut hukum Iran.

Ali Larijani (54) merupakan ketua parlemen dan mantan perunding kelas atas di bidang nuklir. Sadegh Larijani (52) adalah seorang Ayatullah yang mengepalai pengadilan Iran. Adapun Kakak tertua mereka, Mohammad Javad Larijani (61), merupakan seorang matematikawan berpendidikan. Ali Larijani diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu bulan Juni.

 

Referensi Dari: Kompas.com

SHARE
Artikel SebelumnyaKetika Blog Tidak Ada Yang Membaca
Artikel SelanjutnyaProvokasi Korea Utara Ke Korea Selatan Melemah
Seni Berpikir membahas tentang ilmu hubungan internasional yang berisi hubungan internasional sebagai forum bagi setiap negara dalam memenuhi kepentingan nasionalnya. Seni Berpikir juga berisi hal-hal lain seputar Wordpress dan Tips Blogging lainnya. Mohon sertakan sumber jika Anda meng-copy-paste tulisan dari dalam situs ini. Regards,

TINGGALKAN KOMENTAR