Kisah Tentang Kurt Cobain: Legenda yang Gila – Nama seorang Kurt Cobain masih membekas di hati penggemar fanatiknya. Hingga kini, Kurt Cobain masih dicintai di seluruh dunia. Bersama Nirvana, ia pernah membius jutaan penggemar fanatiknya di seluruh dunia lewat karya-karya besarnya. Mari mengenal lebih jauh mengenai legenda gila yang satu ini.

Sedikit Mengenai Kurt Cobain

Kurt Donald Cobain atau yang lebih dikenal dengan nama Kurt Cobain lahir tanggal 20 Februari 1967 merupakan penyanyi dan musisi dari Amerika Serikat yang lahir di Aberdeen, Washington, AS. Ia merupakan gitaris dan juga vokalis serta pembentuk grup band grunge, Nirvana. Kurt Cobain dikenal sebagai sosok yang pendiam, tempramen dan juga emosional. Rasa frustrasi dan depresi yang sering ia alami-lah yang membuat dia terjun ke dunia musik.

kurt cobain

Bahkan suatu ketika, Kurt Cobain pernah mengajak Axl Rose (vokalis Guns N Roses) untuk berduel di atas panggung. Kurt Cobain sangat membenci hidupnya dan selalu merasa frustrasi. Dia pernah mengatakan, “I hate myself and I want to die”. Rasa kebencian dan frustrasinya-lah yang membuat dia masuk ke dunia musik. Dia ingin menuangkan ungkapan rasa frustrasi tersebut ke dalam lagu dan musik yang keras dan kemudian dikenal dengan musik grunge.

Kegilaannya bahkan membuat dia digilai oleh fans fanatiknya di seluruh dunia. Kurt Cobain menjadi simbol musik grunge yang akan selalu dikenang oleh penggemar musik, teristimewa penggemar band Nirvana. Mungkin tidak banyak yang mengetahui seluk-beluk kehidupan sang Legenda. Ia akhirnya ditemukan tewas tahun 1994. Selama ini diketahui bahwa penyebab kematiannya adalah karena bunuh diri. Shotgun ditemukan didekat jenazahnya. Namun, kematiannya masih merupakan konspirasi yang hingga saat ini masih hangat dibicarakan, terutama oleh fans fanatiknya. Kematian sang legenda diikuti dengan bunuh diri massal yang dilakukan oleh penggemar fanatiknya sebagai rasa empati terhadap sang legenda.

Masa Kecil dan Remaja

Sejak usia balita, Kurt Cobain sudah mulai memainkan alat musik. Di umur 4 tahun ia mulai menyanyikan lagu-lagu buatannya secara spontan setelah berkunjung di taman-taman sekitar tempat tinggalnya. Di usia 9 tahun, orang tua Kurt Cobain cerai. Perceraian tersebut membuatnya merasakan hal yang sangat memalukan dalam hidupnya. Ia bahkan malu dengan teman-teman sekolahnya karena keluarganya hancur oleh perceraian. Hal tersebut yang membuat masa kecilnya menjadi suram.

kurt-cobain-child

Di usia remaja dia mulai bertingkah seperti orang dewasa. Dia mulai melakukan kekerasan dalam sekolah (bullying) terhadap teman-teman sekolahnya. Sejak kecil dia sudah mulai mendengarkan lagu-lagu The Ramones dan The Beatles. Meski tidak memiliki ketertarikan di bidang olah raga, Kurt Cobain dulunya merupakan seorang pegulat yang memiliki skill lumayan baik.

Bakat seninya memang sudah terlihat sejak muda. Ia pernah menghabiskan waktu di masa sekolah untuk melukis. Dia pernah melukis karikatur Michael Jackson dan presiden AS saat itu, Ronald Reagen. Kurt Cobain memiliki bakat luar biasa teristimewa di bidang seni. Ia kemudian mempelajari gitar di saat dia masih duduk di bangku sekolah. Beberapa pengaruh musisi di era 60 hingga 70-an menjadi pengaruh terbesar bagi perkembangan permainan dan pengetahuan musiknya.

BACA JUGA:  Ohdio.fm, Situs Radio Streaming yang Canggih

Kekasih di Masa Muda

  1. Tracy Marander (pengaruh besar terciptanya lagu “About A Girl”)
  2. Tobi Vail (pengaruh besar terciptanya lagu “Aneurysm”)

Kisah Tentang Kurt Cobain dan Pengaruh Musiknya

Pengaruh musik Kurt Cobain saat masih kanak-kanak adalah The Beatles, di mana bibinya sering memutarkan lagu ‘Hey Jude’ saat Kurt Cobain masih kecil. Selain itu, Kurt Cobain sangat tergila-gila dengan musik rock klasik era 70-an seperti Queen, Led Zeppelin, Aerosmith, Black Sabbath, Kiss, AC/DC, dan sebagainya. Seiring waktu, pemahaman musik dan favoritnya mulai berganti.

Kurt Cobain 2

Ia pernah menjadi fan fanatik musik punk rock. Ia sangat mengidolakan band asal Britania Raya, Sex Pistols. Ia juga menyukai musik alternative rock, yang bisa memadukan berbagai aliran ke dalam musik rock sebagai musik dasar yang ia sukai. Kurt Cobain suka mendengarkan banyak lagu, dan menyukai berbagai macam aliran musik. Dia lebih condong ke aliran punk rock, hingga pada akhirnya menciptakan aliran musik sejenis grunge dengan band-nya Nirvana.

Kurt Cobain dan Nirvana

Di masa-masa ia duduk di bangku sekolah, ia mencari-cari teman yang bisa diajak bermain musik bersama. Ia sering pindah tempat tongkrongan hanya untuk menyalurkan bakat musiknya dan bermain bersama dengan teman sepermainannya saat itu. Ia lalu bertemu dengan Krist Novoselic, yang merupakan penggemar berat punk rock. Ibu Krist memiliki salon kecantikan, dan mereka sering bermusik bersama di lantai atas salon tersebut.

Nirvana

Lama-kelamaan mereka menemukan kecocokan musik satu sama lain. Kurt Cobain pernah menawarkan Krist untuk membentuk grup band bersama, dan mengajukan lagunya sebagai demo dari band-nya yang sebelumnya. Setelah tawaran berbulan-bulan, Krist Novoselic akhirnya setuju. Mereka berdua kemudian bergabung untuk membentuk band yang kemudian disebut ‘Nirvana’.

Di masa muda Kurt Cobain, ia percaya dengan konsep Buddha terhadap sebutan ‘Nirvana’ yang memiliki arti bebas dari segala rasa sakit dan tempat merasakan kebahagiaan. Sebutan itulah yang ia pakai untuk nama band-nya.

Nirvana sepanjang karirnya sering sekali berganti drummer, hingga akhirnya menemukan Dave Grohl di tahun 1990 hingga pada akhirnya Nirvana bubar tahun 1994 setelah kematian Kurt Cobain.

Di awal karir Nirvana sebagai sebuah grup band profesional, Nirvana memakai jasa produser lokal untuk memproduseri album debut mereka, Bleach. Album tersebut dipengaruhi oleh musik-musik heavy metal dan juga punk. Nirvana pada akhirnya mulai dikenal dan digemari oleh pecinta musik sejak dirilisnya album Nevermind di tahun 1991. Album tersebut merupakan satu kebanggaan besar Nirvana karena dapat menggeser album Dangerous-nya Michael Jackson di tangga lagu Billboard Amerika Serikat. Nevermind meraih posisi pertama di Billboard, dengan single luar biasa dari luapan emosi Kurt Cobain yang dituangkan dalam lagu Smells Like Teen Spirit. Dalam album tersebut ada juga lagu yang bakal dikenang seperti Come As You Are dan juga Breed.

“Smells Like Teen Spirit” sendiri terinspirasi dari tulisan temannya yang saat itu sedang berdiskusi tentang anarki, punk rock dan topik-topik yang serupa. Temannya itu bernama Kathleen Hanna yang merupakan penyanyi dari band punk Bikini Kill. Dia mencoret dinding tempat tinggal Kurt Cobain dengan tulisan “Kurt Smells Like Teen Spirit.” Teen Spirit sendiri merupakan nama sebuah merek deodoran, dan ia berkata bahwa Kurt Cobain baunya seperti deodoran Teen Spirit tersebut. Kurt Cobain menganggap bahwa kalimat tersebut memiliki arti revolusioner, dan terinspirasi mengungkapkan perasaannya dengan lagu yang berjudul “Smells Like Teen Spirit.”

BACA JUGA:  Musik Bisa Hilangkan Rasa Sakit Hati?

Kesuksesan besar-besaran mengikuti Nirvana. Penggemar beratnya ada dimana-mana termasuk di Indonesia. Kurt Cobain dan Nirvana dianggap sebagai bentuk revolusi musik dengan grunge-nya yang saat itu masih baru. Meski memiliki komponen rock dan punk yang sangat kental, grunge memiliki bentuk sendiri yang menjadi khas musik Nirvana yang akan dikenang.

Sampai Nirvana bubar, mereka hanya merilis 3 studio album yaitu Bleach (1989), Nevermind (1991), In Utero (1993). Nirvana bubar saat Kurt Cobain diketahui telah tewas bunuh diri di tempat tinggalnya. Karir musik gemilang Nirvana berhenti begitu saja sejak tewasnya sang vokalis dan gitaris, meninggalkan karya musik yang luar biasa.

Nirvana resmi bubar tahun 1994 karena kematian Kurt Cobain. Sejak terbentuknya mereka telah berhasil menjual 50 juta keping album di seluruh dunia, dan lebih dari 20 juta keping di Amerika Serikat. Berbagai penghargaan pernah mereka raih sebagai album nomor 1, single nomor satu juga MTV Music Awards.

Kisah Tentang Kurt Cobain dan Courtney Love

Mereka pertama kali bertemu di klub malam kota Portland pada tahun 1990. Courtney Love pernah sekali menonton pertunjukan Nirvana tahun 1989 dan langsung menyimpan perasaan terhadap Kurt Cobain. Keduanya kemudian sering kencan dengan obrolan yang tidak jauh-jauh dari dunia musik.

Lama-kelamaan ‘cinta’ itu pun melekat di keduanya. Dan tidak lama mereka berpacaran, Courtney Love diketahui hamil, mengandung anaknya Kurt Cobain. Mereka pun kemudian menikah di tahun 1992 dan tidak lama setelah itu lahirlah anak pertama dan satu-satunya yang diberi nama Frances Bean Cobain di bulan Agustus 1992.

kurt_cobain_courtney_love

Kegilaan mereka berdua sebagai pasangan suami istri adalah ketika Courtney mengandung. Mereka berdua sama-sama memakai obat-obatan terlarang padahal dalam kondisin mengandung. Nge-drugs sana-sini padahal sedang mengandung. Banyak orang beranggapan bahwa anak yang dikandung bisa mati dalam kandungan dan bisa saja terlahir dengan cacat juga kecanduan narkoba. Pasangan tersebut dinilai sebagai pasangan yang ‘berbahaya’. Kegilaan mereka dalam mengkonsumsi obat terlarang menjadikan mereka sebagai topik berita utama di koran dan majalah pada saat itu.

Sebagai pasangan suami-istri, mereka tidak harmonis. Mereka sering bertengkar. Dan menurut yang pernah saya baca, konspirasi menyebutkan bahwa istrinya ada di balik kematian sang legenda.

Kisah Tentang Kematian Kurt Cobain dan Konspirasi Kematiannya

Saat tur Nirvana di Jerman tahun 1994, Kurt Cobain didiagnosa mengidap bronkhitis dan juga laringitis. Keesokan harinya Kurt Cobain diterbangkan ke Roma untuk terapi medis, dan disusul oleh istrinya. Saat mereka menginap setelah bangun Courtney Love menemukan Kurt Cobain dalam kondisi overdosis sampanye dan campuran Rohypnol.

BACA JUGA:  Tips Belajar Main Gitar untuk Pemula

Kurt Cobain 1

Beberapa waktu kemudian saat Kurt Cobain berada dalam sebuah rumah sakit untuk penyembuhan, ia diketahui kabur dari rumah sakit dan kembali ke kota Seattle. Berbagai pencarian dilakukan di sekitar kota Seattle hingga akhirnya jenazah Kurt Cobain ditemukan di tempat tinggalnya oleh ahli listrik yang hendak memperbaiki sistem keamanan di apartemennya. Ditemukan juga shotgun mengarah ke dagunya dan heroin serta jenis narkoba lain di dekat tubuhnya. Catatan kecil juga ditemukan di dekat jenazahnya. Darah berceceran dimana-mana, termasuk mengalir dari telinganya. Kurt Cobain diketahui bunuh diri dengan menembakkan shotgun ke dalam mulutnya. Jenazahnya ditemukan tanggal 8 April 1994.

Menurut identifikasi forensik, Kurt Cobain diketahui telah meninggal beberapa hari sebelum mayatnya ditemukan. Tepatnya ia tewas tanggal 5 April 1994, 3 hari sebelum kematiannya ditemukan. Namun ia diketahui tidak sadarkan diri karena obat-obatan yang ia konsumsi, dan tidak memungkinkan ia sanggup membunuh dirinya sendiri.

Konspirasi kematiannya masih menjadi cerita menarik. Ada yang bilang bahwa dia tidak akan sanggup mengarahkan shotgun ke arah mulutnya dan menari pelaruknya. Karena dalam kondisi yang tidak sadarkan diri dan sedang berhalusinasi. Oleh karena itulah dikatakan ia tidak akan sanggup menembak dirinya sendiri. Ada juga yang bilang ia dibunuh oleh istrinya sendiri yang memang sering bertengkar dengannya. Saat itu Kurt Cobain bersama Nirvana sedang mengalami puncak ketenaran, dimana-mana terdapat tawaran bermusik dan dicintai penggemarnya.

Courtney Love takut diceraikan oleh Kurt Cobain, dan jika mereka cerai harta Kurt Cobain akan diwariskan dengan anaknya. Saat itu Kurt Cobain dan Nirvana sedang menikmati masa kesuksesan yang membuat mereka kaya raya dan bergelimpangan harta. Oleh karena itulah Courtney Love diduga sengaja menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Kurt Cobain agar hartanya jatuh ke tanggannya. Terbukti, setelah kematian Kurt Cobain berbagai uang untuk meliput beritanya serta membongkar fakta, hasil tribute-tribute yang dilaksanakan menjadi milik Courtney Love.

Tetapi, konspirasi tetaplah konspirasi jika tidak ada bukti yang memadai. Kurt Cobain tewas tahun 1994 dengan bunuh diri sebagai penyebab yang sampai sekarang diketahui masyarakat umum. Kematiannya diikuti dengan kematian penggemar beratnya yang melakukan aksi bunuh diri massal sebagai bentuk rasa empati terhadap sang legenda.

Kurt Cobain meninggalkan karya yang luar biasa yang akan selalu diingat, meninggalkan istri dan anak tunggalnya dan juga meninggalkan Nirvana.

Luapan emosi yang sebenarnya menjadi tekanan bagi dialah yang membuat ia terjun ke dunia musik. Ia menuangkan ungkapan depresinya ke musik yang pada akhirnya membuat hal di luar dugaannya terjadi. Ia menjadi terkenal karena musiknya yang berdampak semakin depresinya dia. Dia seakan semakin gila karena banyak yang menyukai lagu dan musiknya, dan semakin banyak yang mencintai dan menggemari dia. Itulah hal-hal yang membuat dia semakin frustrasi dan semakin banyak mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan juga minuman beralkohol.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR