STATEMENT TO THE POLICY MAKER

Keefektifan perjanjian multilateral yang saat ini mulai dipertanyakan dan juga minimnya pengaruh dan keuntungan bagi negara Indonesia menunjukkan bahwa perlunya kebijakan-kebijakan lain untuk membawa keuntungan dan manfaat yang dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu contohnya dengan mempertimbangkan perjanjian bilateral yang dinilai efisiensinya cenderung lebih baik karena tidak mengikutkan banyak pihak.

Perlunya terobosan baru dalam approach diplomasi Indonesia dengan dunia luar akan membawa dampak yan sangat signifikan tidak hanya ke dalam ranah domestik namun juga akan membentuk citra Indonesia di mata negara lain. Maka dari itu perlunya perhatian saudara pembuat keputusan untuk mempertimbangkan dan melihat kembali bagaimana pentingnya apa yang kami sampaikan di dalam policy brief yang nantinya akan menghasilkan pembentukan karakter Indonesia yang disegani di luar negeri.

POLICY OPTIONS

  • Tidak mengadakan perjanjian.

Memfokuskan terlebih dahulu kepada ekonomi dan produktivitas barang dan jasa dalam negeri dengan mengefisiensikan usaha kecil menengah, menarik investor dalam negeri untuk berperan untuk mengurangi kemungkinan penarikan dana asing oleh investor luar, dan meningkatkan produktivitas barang dan jasa. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memberi pelatihan dan pendidikan.

BACA JUGA:  Diplomasi: Struktur Badan Kementerian Luar Negeri RI

ADVANTAGES AND DISADVANTAGES

  • Tidak mengadakan perjanjian
    • Kekurangan : Sulitnya meyakinkan masyarakat dalam negeri untuk berinvestasi disertai kecenderungan masyarakat Indonesia sebagai konsumer. Kurangnya dana yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan kapabilitas yang sangat luar biasa. Mengurangi citra Indonesia di dalam dunia internasional yang dianggap tidak ikut dalam menjalin hubungan dengan negara-negara lain.
    • Kelebihan : Produktivitas dan kualitas barang dan jasa dalam negara yang meningkat akan memberikan daya tarik dari negara-negara luar untuk membuat perjanjian yang tentunya memberikan keuntungan bagi Indonesia. Sumber daya manusia yang kualitasnya akan membaik dan memberikan manfaat bagi masa depan negara.

     

Artikel ini disumbangkan oleh Herry Butar-Butar sebagai Penulis Tamu.

TINGGALKAN KOMENTAR