Rekomendasi Nonton Film The Little Hours Full Movie yang Penuh Kontroversi

664
Nonton film the little Hours full movie

Nonton film The Little Hours full movie bisa jadi sarana hiburan tersendiri untuk kamu yang sudah 18+. Pasalnya, film Little Hours yang rilis pada tahun 2017 silam ini mengangkat tema dewasa yang penuh nuansa komedi yang mengundang tawa.

Butuh VPN gratis? Dengan Moove VPN, akses semua konten di internet tanpa blokir, 100% aman dan cepat!

Film arahan sutradara Jeff Baena ini berkisah tentang seorang laki-laki yang nekat kabur dan memilih untuk mengungsi di dalam biara. 

Menariknya, biara ini tak seperti biara pada umumnya karena tiga orang biarawati yang berada di sana memiliki kondisi mental yang tidak stabil. 

Kondisi ini membuat ketiga biarawati tersebut jadi haus nafsu terkait hubungan seksual. Baik  dengan laki-laki ataupun sesama wanita. Hmm, terdengar rumit dan bikin tambah penasaran, bukan? 

Ulasan film The Little Hours yang diproduksi StarStream Media

 

 film the little Hours
Nonton film the little Hours full movie

Film Little Hours diproduksi pada tahun 2017 dan diputar pertama kali pada gelaran Sundance Film Festival di tahun yang sama. 

Film The Little Hours ini merupakan film yang mengusung genre komedi, diproduksi oleh StarStream Media, Gunpowder & Sky, dan juga Bow and Arrow Entertainment. 

The Little Hours diangkat berdasarkan kisah novel berjudul “The Decameron” karya dari Giovanni Boccaccio yang telah dipublikasikan tahun 1620. 

Jeff Baena selaku sutradara sekaligus penulis naskahnya berhasil mengemas kisah komedi satir yang diberi sentuhan konten dewasa berdurasi 90 menit. 

Berdasarkan hal tersebut, tak heran jika kemudian orang-orang yang nonton film The Little Hours diimbau untuk memperhatikan batasan usia. 

Film ini diketahui masuk dalam klasifikasi film restricted sehingga hanya yang berusia 18 tahun ke atas saja yang boleh menonton sesuai arahan dari LSF (Lembaga Sensor Film) Indonesia. 

Bukan sekadar menghibur dan membuat kamu terbahak melalui setiap adegan lucu yang disajikan, nonton film The Little Hours ini juga membuat kamu terpesona dengan akting dari para pemerannya. 

Beberapa di antaranya seperti Alison Brie, Kate Micucci, Molly Shannon, Dave Franco, dan Aubrey Plaza. 

Sinopsis singkat film The Little Hours

Jika kamu penasaran dan ingin nonton film The Little Hours full movie, saksikan saja melalui beberapa platform ternama seperti Hulu, Hoopla, Amazon Prime Video atau di platform streaming online kesayangan kamu.

Film Little Hours ini dibuat dengan setting tahun 1347 di kawasan Garfagnana, Italia. Kisahnya berawal dari tiga orang biarawati Ginevra (Kate Micucci), Alessandra (Alison Brie) dan Fernanda (Aubrey Plaza).

Ketiganya tinggal bersama di bawah kepemimpinan Pastur Tommaso (John C. Reilly) yang kemudian menjalin persahabatan yang cukup erat sejak pertama kali tinggal di biara tersebut. 

Ketiga biarawati itu semakin akrab dari hari ke hari karena mereka merasa memiliki kisah hidup serupa. 

Mereka pun juga sama-sama merasa tak siap menjadi biarawati yang harus mengabdikan dirinya di bawah perintah Tuhan. 

Alessandra bahkan memilih jalan hidup tersebut karena paksaan keluarga yang terbilang sangat religius. 

Padahal, Alessandra memiliki impian besar untuk hidupnya. Sementara Ginevra memilih jadi biarawati untuk menyembunyikan identitas dirinya sebagai seorang Yudaisme dari orang sekitar. 

Berbeda lagi dengan Fernanda yang kesulitan mengatur emosinya sehingga seringkali bertindak kasar. 

Tentu saja, di balik latar belakang dan tujuan yang membuat mereka jadi biarawati, ketiganya jadi kerap membuat masalah. 

Bahkan, Lurco (Paul Weitz), tukang kebun di biara memilih untuk pergi karena sudah tak tahan dengan tingkah ketiga biarawati tersebut.

Akhirnya, Pastur Tommasso mempekerjakan tukang kebun baru yakni, Massetto (Dave Franco). 

Namun siapa sangka, kehadiran pria muda tersebut justru jadi masalah besar dan pelik untuk pihak biara.  

Ketika nonton film The Little Hours ini, kamu akan disuguhi betapa seringnya Alessandra memperhatikan Massetto. 

Pun sebaliknya, hal itu berujung pada jalinan asmara diam-diam antara keduanya. 

Tak cukup sampai di situ, ternyata Ginevra memiliki ketertarikan kepada Fernanda dan memilih untuk memberanikan diri menyatakan perasaannya. 

Situasi bertambah pelik ketika Fernanda nekat menculik Massetto hingga menyembunyikannya di tengah hutan. 

Siapa sangka, Massetto diculik oleh Fernanda untuk dijadikan persembahan. Di tengah hutan, Fernanda melakukan sebuah ritual bersama beberapa orang penyihir demi mewujudkan keinginan pribadinya. 

Penghargaan dan rating yang diraih film The Little Hours

Nonton film the little Hours full movie

Di antara sekian banyak pro dan kontra yang membelit nonton film The Little Hours full movie ini, tak disangka bahwa film ini sempat mendapatkan lima nominasi di berbagai acara festival film dunia. 

Namun uniknya, film yang diproduseri oleh Elizabeth Destro dan Aubrey Plaza ini juga memenangkan penghargaan yang tak biasa.

Dimana penghargaan yang diperoleh dalam kategori trailer terburuk di ajang Golden Trailer Award pada tahun 2018 silam. 

Tak hanya itu saja, kesuksesan nonton film The Little Hours full movie ini bisa dibilang belum berada di puncak ketenarannya. 

Hal ini terbukti dari rating IMDb yang hanya menampilkan angka 5,8/10 untuk film satu ini. 

Sementara rating Rotten Tomatoes hanya meraih sekitar 49% untuk skor keseluruhan penonton. 

Kontroversi nonton film The Little Hours full movie

Mendapatkan protes dan petisi dari puluhan ribu orang

Dikatakan bahwa, sejak dirilis pada tanggal 19 Januari 2017 silam, film The Little Hours menuai begitu banyak pro dan kontra. Bahkan, film komedi kontroversial ini memicu petisi yang ditandatangani lebih dari 50 ribu orang. 

Dilanjutkan pula dengan tiga ribu surat protes setelah satu minggu film Little Hours ini tayang. Tak sedikit orang mengutuk kehadiran film ini. 

Kecaman dari para rohaniawan Katolik Amerika

Bahkan, liga Katolik Amerika melalui Bill Donohue turut menyatakan, bahwa The Little Hours adalah bentuk perilaku framing yang sangat buruk terhadap kehidupan para rohaniawan Katolik. 

Sebab, dengan nonton film The Little Hours ini kamu bakal disuguhi berbagai kosa kata kasar dan tidak sopan, adegan penuh ketelanjangan, hingga seks vulgar no sensor. 

Tetap memiliki sisi komedi yang menghibur

Walau begitu, ada pula yang menganggap film ini memiliki sisi lain yang patut dicermati. 

Seperti halnya Rose Pacatte, perwakilan dari para suster Katolik Amerika yang juga dikenal sebagai reporter surat kabar Katolik nasional di Amerika Serikat.

Ia berpendapat meski film ini tidak layak tonton karena banyak adegan menyimpang, tapi ada juga beberapa bagian yang menghibur. 

Jadi pro kontra diantara penikmat film Amerika

Nyaris sebagian besar simpatisan agama lain dan banyak juga perwakilan dari umat Katolik menyatakan keberatan mengenai kehadiran film ini. 

Memang tak bisa disangkal, nonton film The Little Hours sama artinya memberi stereotip buruk terhadap kehadiran gereja-gereja Katolik dan para biarawati. 

Namun tetap saja banyak juga orang beragama yang tak keberatan karena menganggap film ini hanya sebatas imajinasi dan fiktif belaka. 

Jeff Baena sempat secara terang-terang menjelaskan, bahwa pembuatan film ini tidak bermaksud untuk menistakan pihak manapun, termasuk gereja Katolik. 

Kritikan pedas jadi ajang promosi

Menariknya, Baena justru menjadikan kritikan pedas pihak perwakilan Katolik sebagai kutipan untuk media promosi film The Little Hours. 

Di balik segala kontroversi yang muncul, ternyata tak sedikit pula reviewer yang justru mendukung untuk nonton film The Little Hours. 

Alasan yang dilontarkan pun cukup logis. Mereka mengatakan bahwa, Baena sebagai sutradara dan penulis naskah hanya menyampaikan inspirasi yang diambil dari kisah di abad ke 14 pertengahan.

Di mana, cerita tersebut mirip seperti tulisan Giovanni Boccaccio yang berjudul “The Decameron”. 

Mendapat pembelaan tersebut, Baena pun kembali buka suara. Dia menyatakan, manusia hanyalah manusia, dan bukan malaikat yang tak memiliki cela apapun.

Sehingga wajar jika kritikan dari para sastrawan di abad pertengahan kepada gereja Katolik jadi bahan penulisan terciptanya film Little Hours. 

Alasan kreativitas dari sang sutradara

Baena juga menambahkan, bahwa situasi Eropa yang saat itu kurang stabil justru membuat sebagian besar masyarakat bergabung dengan gereja Katolik bukan atas dasar iman diri. 

Alasan terbesarnya karena ingin lari dari kewajiban militer dan pajak yang melambung tinggi. 

Secara garis besar, sebenarnya film ini memiliki narasi cerdas yang bisa memberi standar baru untuk dunia perfilman bergenre komedi kategori dewasa. 

Akan tetapi, seksualitas dan budaya misoginis yang terlihat agak dipaksakan melalui berbagai simbol objektifikasi wanita. 

Dan penggambaran tersebut dapat berakibat buruk terhadap realitas dan fakta para rohaniawan Katolik. Apalagi jika penonton tidak bisa berpikiran terbuka. 

Demikian tadi ulasan mengenai nonton film The Little Hours yang bisa jadi salah satu referensi tontonan di akhir pekan. Tapi ingat ya, pastikan situasi di sekitar aman dari anak-anak di bawah umur saat nonton film ini di rumah.

Jangan lupa tulis pendapat kamu soal film komedi kontroversial satu ini di kolom komentar, ya!

 

Catatan Editor

Lebih leluasa, nonton film Little Hours full movie di layanan streaming online legal, seperti Netflix, Viu, Disney+ Hotstar, Catchplay, iFlix, Prime Video dan sebagainya.

Namun, jika kamu terpaksa harus menontonnya di situs online streaming gratisan, maka selalu pastikan untuk menjaga keamanan aktivitas kamu selama di internet, ya!

Salah satu caranya bisa dengan menggunakan VPN Moove. VPN terbaik dengan fitur keamanan mumpuni yang bisa digunakan, 100% gratis. 

Tunggu apa lagi, yuk lindungi aktifitas di internet dengan VPN Moove sekarang juga!

Google Play