Tips Penting Sebelum Memilih Arsitek Untuk Rumah Impian Anda – Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa rumah merupakan kebutuhan primer setiap orang. Memiliki rumah sendiri merupakan idaman setiap orang, terutama bagi pasangan muda yang baru menikah dan sudah ingin punya rumah sendiri. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memiliki sebuah rumah.

Bisa dengan cara membeli rumah yang sudah jadi atau membangunnya dari nol sesuai keinginan dan kebutuhan keluarga kita masing-masing. Bila membeli rumah siap huni, ini berarti mau tidak mau kita menempati rumah tersebut apa adanya sesuai kondisi yang ada, meskipun tidak sesuai dengan keinginan kita.

Nah, untuk menghindari hal ini agar tidak terjadi, satu-satunya cara adalah dengan membangun rumah sendiri dan mendesainnya sesuai dengan apa yang Anda dan keluarga inginkan nanti. Namun hal ini tentu ada kendalanya karena untuk mewujudkan keinginan anda tersebut tentu tidak semudah yang dibayangkan.

Tentu pekerjaan ini membutuhkan campur tangan seorang arsitek maupun perhitungannya dapat ditransferkan ke dalam sebuah gambar rancangan bangunan.

Dalam memilih arsitek yang tepat juga bukanlah pekerjaan mudah. Kita tahu bahwa rumah impian yang akan Anda bangun adalah “istana Anda” yang merupakan tempat berteduh keluarga Anda dan juga kepuasan pribadi Anda. Rumah yang baik tentunya akan memberikan suatu kenyamanan, inspirasi dan ketentraman kepada seluruh anggota keluarga yang menghuninya.

BACA JUGA:  Dekorasi Wedding Minimalis Di Surabaya

Nah, sebelum Anda memutuskan untuk minta bantuan seorang arsitek untuk mendesainkan rumah impian Anda tersebut, ada baiknya Anda baca dulu tips berikut ini.

Tips Sebelum Memilih Arsitek

Bandingkan Kualitas Desain Tiap Arsitek

Dalam memilih dan menemukan seorang arsitek yang profesional, hal pertama yang perlu anda lakukan adalah dengan melihat dan membandingkan kualitas desainnya. Ini bisa dilihat dari contoh gambar yang pernah dikerjakan masing-masing arsitek tersebut. Dengan melihat contoh gambar mereka, Anda bisa mendapatkan gambaran, ooo… seperti ini lho kualitas desain arsitek si A, B, C dan seterusnya. Nah, setelah itu, baru Anda masuk ke point ke dua yakni….

Mengetahui Jam Terbang si Arsitek

Keprofesionalitas seorang arsitek bisa dilihat dari jam terbangnya. Bila jam terbangnya tinggi atau dengan kata lain sudah bertahun-tahun menggeluti profesi ini, berarti dia sudah cukup lama berkecimpung diprofesi ini dan tidak perlu diragukan lagi keprofesionalitasnya.

Pilih Biaya Arsitek Yang Wajar

Point ketiga yang harus Anda ketahui dalam memilih seorang arsitek adalah tarif atau biaya desainnya.  Ingat… jangan memilih aritek dengan tarif yang terlalu murah, namun jangan pula memilih yang tarifnya terlalu mahal. Tarif yang terlalu murah biasanya diikuti dengan kualitas desain yang kurang bagus dan tentunya pelayanan yang minim ala kadarnya. Bisa jadi biaya murah ternyata desain gambar Anda dikerjakan oleh seorang lulusan SMK Bangunan yang sudah bisa menggambar dan menobatkan dirinya sendiri sebagai arsitek.

BACA JUGA:  Kisah Sukses Amancio Ortega Senada Dengan Sukanto Tanoto

Berapa biaya arsitek yang normal? Yakni biasanya berkisar antara 3% s/d 5% dari biaya total pembangunan fisiknya. Namun bisa juga dihitung berdasarkan luas bangunannya yang dihitung berdasarkan luas bangunannya. Untuk biaya yang sedang alias tidak murah dan tidak pula mahal antara Rp. 85.000 s/d Rp. 125.000 per meter luas bangunan. Contoh biaya yang terlalu murah seperti Rp. 20 ribu per meter. Biaya segini sangat tidak logis dan biasanya dikerjakan bukan oleh seorang arsitek professional.

Selain apa yang telah diuraikan di atas, ada baiknya agar Anda mempersiapkan juga segala sesuatunya sebelum memilih seorang arsitek, yakni:

1. Diskusikanlah terlebih dahulu dengan pasangan Anda perihal model rumah impian yang Anda dan keluarga inginkan nanti. Pastikan Anda sudah memiliki gambaran jumlah kebutuhan ruangnya seperti jumlah kamar tidur anak Anda, letak kamar tidur utama di lantai bawah atau di lantai atas, garasi, dapur, ruang pembantu dan lain sebagainya. Baru setelah itu Anda menghubungi arsitek pilihan Anda tersebut.

BACA JUGA:  Quick Tip: Hilangkan Efek Getaran di Login Page WordPress

2. Mintalah penawaran biaya desain secara tertulis via email kepada arsitek yang Anda hubungi. Lihat juga apakah arsitek tersebut menawarkan SPK (Surat Perjanjian Kerja) atau tidak. Ketahuilah bahwa seorang arsitek profesional selalu memberikan penawaran kontrak atau perjanjian kerja dalam bentuk SPK kepada setiap calon clientnya. Di dalam SPK tersebut tercantum hal-hal perjanjian antara Anda selaku pemilik rumah dan arsitek selaku konsultan perencana yang Anda tunjuk. Isinya bisa berupa item-item dasar perjanjian, biaya dan syarat pembayaran, lama pekerjaan dan lain sebagainya.

OK, demikianlah lebih kurang sekilas gambaran singkat tentang tips sebelum memilih arsitek atau jasa desain rumah. Jika anda sudah paham akan tips diatas, silahkan Anda surfing di internet untuk menemukan arsitek untuk rumah impian Anda. Anda bisa surfing di Google dengan kata kunci “arsitek” atau “jasa arsitek”.
Semoga tips diatas dapat bermanfaat dan Anda bisa menemukan arsitek yang akan membantu Anda untuk mewujudkan rumah impian Anda.

Artikel ini merupakan tulisan dari Ajeng Shintia. Ingin tulisanmu dipublikasikan di Seni Berpikir? Bergabunglah sekarang sebagai kontributor.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR