Cara Menggunakan Plugin W3 Total Cache – Bagi pengguna CMS WordPress sedikit-banyak pasti sudah mengetahui plugin W3 Total Cache. Plugin ini sangat membantu mempercepat loading blog dengan berbagai fitur yang terdapat di dalamnya.

Mari kita mengulik sedikit tentang plugin ini sebelum masuk ke cara menggunakan plugin w3 Total Cache ini.

Apa itu Plugin W3 Total Cache?

W3 Total Cache adalah sebuah plugin WordPress yang paling lengkap untuk urusan optimisasi performa sebuah website. Inilah plugin yang paling banyak digunakan oleh web developer berbasis CMS WordPress, terhitung lebih 3,6 juta kali download hingga 6 Juni 2014. Fitur yang tersedia sangat lengkap, bahkan terintegrasi dengan Content Delivery Network (CDN). Seni Berpikir, AT&T, Smashing Magazine, dan berbagai website populer di luar sana juga turut menggunakan plugin ini.

Plugin ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan performa server hosting yang Anda gunakan, men-cache setiap aspek di website Anda, dan meminimalisir waktu download seluruh konten situs Anda agar lebih cepat dibuka oleh pengunjung. Plugin ini bisa Anda dapatkan GRATIS, dan jika Anda ingin mendapatkan fitur lebih, Anda bisa membeli versi PRO. Namun sebenarnya versi gratis saja sudah cukup, saya juga menggunakan versi gratisan.

Download w3 Total Cache

Mengapa Harus Menggunakan Plugin Ini?

Anda tidak harus menggunakan plugin ini untuk men-cache situs Anda dan mempercepat performa loading website Anda. Anda bebas menggunakan plugin cache lain seperti WP Super Cache dan sebagainya jika Anda sudah puas menggunakannya. Namun, saya pribadi merekomendasikan plugin ini setelah melihat kecepatan loading Seni Berpikir (gambar di bawah):

loading-website-2

Di atas adalah hasil cek loading Seni Berpikir menggunakan GTMetrix. Dulu sebelum menggunakan plugin W3 Total Cache untuk blog ini, ranking kecepatannya hanya berkisar 60an, bahkan sempat 50an. Di bawah ini juga terdapat hasil dari Pingdom:

loading-website

Selain itu terdapat juga Google Pagespeed Insight sebagai salah satu alat untuk memeriksa kecepatan loading blog. Setiap alat memberikan penilaian yang berbeda. Seperti GTMetrix memberikan nilai 89 (B) dan YSlow memberikan nilai 90 (A), sedangkan Pingdom hanya memberikan 79. Di Google Pagespeed Insight, Seni Berpikir hanya diberikan nilai 75 untuk performa ketika di Dekstop dan 58 untuk di Mobile.

Artikel Rekomendasi: Cara Mempercepat Loading Blog

Setiap alat yang kita gunakan akan menunjukkan berbagai hal yang harus dioptimisasi di situs kita. Khusus di Google Pagespeed Insight, yang menghambat performa website saya ke nilai maksimalnya adalah ukuran gambar. Saya tidak memberikan ukuran tepat untuk berbagai gambar yang terdapat di Seni Berpikir. Begitu juga dengan 3 alat sebelumnya.

BACA JUGA:  20 Shortcuts Penting untuk Wordpress
Bagaimana Menginstall Plugin W3 Total Cache di WordPress?

Berikut video lengkap bagaimana menginstall dan menggunakan plugin W3 Total Cache di WordPress.

[youtube url=”http://www.youtube.com/watch?v=l57BOt3BZjA” width=”560″ height=”315″]

Namun jika Anda tidak ingin menggunakan video, maka teruslah membaca artikel ini.

Download plugin W3 Total Cache melalui link yang sudah dituliskan di atas. Kemudian masuk ke Dashboard => Plugins => Add New => Kemudian upload file yang sudah Anda download tadi.

Atau Anda juga bisa langsung ke Dashboard => Plugins => Add New => dan ketikkan W3 Total Cache di kotak search. Install dan aktifkan plugin tersebut.

Cara Menggunakan Plugin W3 Total Cache

Nah inilah bagian terpenting dari artikel kali ini.

Bagi pemula untuk urusan setting plugin di WordPress, mungkin tutorial ini sedikit rumit dan membingungkan, juga susah. Namun saya akan mencoba mengarahkan Anda hingga plugin W3 Total Cache benar-benar terpasang dengan baik di situs Anda.

Setelah Anda menginstall dan mengaktifkan plugin tersebut, menu Performance akan muncul di bawah menu Settings bagian Dashboard Anda. Nah, mari mulai mengkonfigurasinya satu per satu.

General Settings

Ikuti seluruh petunjuk di bawah ini dan cocokkan dengan setiap menu yang ada.

  • General: Biarkan.
  • Page Cache: Enabled
  • Page Cache Method: Disk Enhance
  • Minify:Enable
  • Minify Mode: Manual
  • Minify Cache Method – Disk
  • HTML Minifier: Default
  • JS Minifier: Default
  • CSS Minifier: Default or CSS Tidy

(Minify settings dapat menimbulkan masalah ketidakcocokan dengan beberapa theme dan plugin. Jika Anda tidak yakin, atau di kemudian hari terdapat masalah, silahkan disable minify, karena aspek tersebut tak terlalu berpengaruh dalam performa website yang dihasilkan)

  • Database Cache: Enabled
  • Database Cache Method: Disk
  • Object Cache: Enable
  • Object Cache Method: Disk
  • Browser Cache: Enable
  • CDN : Enable jika Anda menggunakan CDN, jika tidak tinggalkan saja dan masuk ke tahap berikutnya.
  • Enable varnish cache purging: Disable
BACA JUGA:  WordPress Quick Tip: Menambahkan Featured Image Secara Otomatis

Network Performance and Security performance by Cloudflare : Jika Anda menggunakan Cloudflare, pilih Enable dan masukkan berbagai detil untuk akun Cloudflare Anda, jika tidak pilih disable.

Untuk setting seterusnya tinggalkan atau biarkan saja dan masuk ke setting berikutnya.

Page Settings

General:

  • Cache Front Page: Enable
  • Cache feeds: site, categories, tags, comments: Enable
  • Cache SSL (https) requests: jika Anda tidak menggunakan SSL, disable saja.
  • Cache URIs with query string variables: Disable
  • Cache 404 (not found) pages:  Disable
  • Cache requests only for www.domainAnda.com site address: Enable
  • Don’t cache pages for logged in users: tergantung pilihan Anda, lebih baik Enable.
  • Don’t cache pages for following user roles: Terserah Anda, saran lebih baik Enable.

Cache Preload

Purge Cache: Page Cache

Tidak perlu diganti.

Advanced

Tidak perlu diganti

Minify Settings

General

  • Rewrite URL structure: Enable
  • Disable minify for logged in users: Disable
  • Minify error notification: Admin Notification (atau terserah Anda)

HTML & XML

  • HTML minify settings: Enable dan enable juga seluruh pilihan di bawahnya.
  • Ignored comment stems: Jangan ganti apapun, tinggalkan seperti adanya.

JS

  • JS minify settings: Enable
  • Operation in Area: Minify and Embed Type (Non-Blocking using JS)
  • Setelah itu tinggalkan yang lainnya seperti adanya.

 CSS

  • CSS minify settings: Enable
  • Combine only: Disable
  • Preserved comment removal: Disable
  • Line break removal: Enable
  • @import Handling: Process

Advanced

Tidak ada yang perlu diganti.

Database Cache Settings

General

  • Don’t cache queries for logged in users: Enable

Advance

Tidak ada yang perlu diganti.

Object Cache Settings

Tidak ada yang perlu diganti.

Browser Cache Settings

General

  • Set Last-Modified header: Enable
  • Set expires header: Enable
  • Set cache control header: Enable
  • Set entity tag (eTag): Enable
  • Set W3 Total Cache header: Enable
  • Enable HTTP (gzip) compression: Enable
  • Prevent caching of objects after settings change: Enable
  • Disable cookies for static files – Enable
  • Do not process 404 errors for static objects with WordPress– Disable
BACA JUGA:  Cara Membuat Artikel Terkait Tanpa Plugin Wordpress

 CSS and JS

  • Set Last-Modified header:  Enable
  • Set expires header: Enable
  • Expires header lifetime: 31536000 seconds
  • Set cache control header: Enable
  • Cache Control Policy: cache with max-age
  • Set entity tag (eTag): Enable
  • Set W3 Total Cache header: Enable
  • Enable HTTP (gzip) compression: Enable
  • Prevent caching of objects after settings change – Disable
  • Disable cookies for static files: Enable

HTML and XML

  • Set Last-Modified header: Check
  • Set expires header: Enable
  • Expires header lifetime : 3600 seconds
  • Set cache control header: Enable
  • Cache Control Policy: cache with max-age
  • Set entity tag (eTag): Enable
  • Set W3 Total Cache header: Enable
  • Enable HTTP (gzip) compression: Enable

Media and Other Files

  • Set Last-Modified header: Check
  • Set expires header: Enable
  • Expires header lifetime: 31536000 seconds
  • Set cache control header: Enable
  • Cache Control Policy: cache with max-age
  • Set the entity tag (eTag): Enable
  • Set W3 Total Cache header: Enable
  • Enable HTTP (gzip) compression: Enable
  • Prevent caching of objects after settings change: Enable
  • Disable cookies for static files: Enable

Itulah cara menggunakan Plugin W3 Total Cache. Tinggalkan pilihan setting yang tersisa setelah Anda selesai mengaplikasikan seluruh pengaturan di atas. Sungguh panjang cara menggunakan plugin W3 Total Cache, bukan? Memang! Tetapi coba lihat hasilnya. Sekarang coba gunakan GTMetrix, Pingdom, atau Google Pagespeed Insight dan tes kecepatan loading website Anda.

Note: Ketika Anda menonaktifkan atau meng-uninstall plugin tertentu, W3 Total Cache akan menanyakan untuk menghapus cache (Empty Cache), klik pilihan tersebut agar W3 Total Cache menghapus seluruh cache dari plugin yang dinonaktifkan/diuninstall dan membuat cache yang baru lagi.

Apakah cara menggunakan plugin W3 Total Cache ini berhasil mempercepat performa loading website Anda? Silahkan beritahu saya melalui kolom komentar di bawah ini. Sukses!

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR