Hati-Hati! Percakapan di Whatsapp Dimata-matai – Meski pengguna layanan Whatsapp, aplikasi chat lintas platform, lebih besar jumlahnya daripada pengguna Twitter saat ini ternyata tidak menjamin keamanan percakapan Anda. Whatsapp melayani sekitar 27 miliar pesan setiap harinya, namun tetap belum aman dari pantauan hacker.

Setidaknya begitulah menurut Alkemade, seorang mahasiswa ilmu komputer asal Belanda seperti yang dikutip dari Kompas Tekno. Pesan-pesan yang terkirim lewat Whatsapp dienkripsi untuk meningkatkan keamanan guna tidak terbaca begitu saja apa isi pesan yang dikirimkan oleh pengguna. Tetapi, menurut Alkemade lewat blognya yang berjudul Thijs Alkemade: xnyhps’ blog, enkripsi tersebut ternyata masih meninggalkan celah besar bagi hacker untuk mengintip isi percakapan lewat Whatsapp.

Lewat celah tersebut ada kemungkinan besar percakapan di Whatsapp dimata-matai oleh hacker yang mampu menembus kode enkripsinya. Lebih mudahnya, siapapun sebenarnya bisa menembus celah tersebut bila bisa mencegat pesan yang dikirim dan menembus enkripsinya dengan sedikit usaha, kata Alkemade.

Pernyataan Alkemade tersebut tentu saja dibantah oleh pihak Whatsapp. Menurutnya, apa yang dikatakan oleh Alkemade terlalu dibesar-besarkan. “Cerita blogger (Alkemade) itu lebih bersifat teoritis. Tidak benar bahwa semua percakapan di Whatsapp tidak terjamin keamanannya.”

BACA JUGA:  Cara Membuat Ebook Dari Artikel Wikipedia

Kelemahan yang ditemukan Alkamade merupakan satu jalan di mana percakapan di Whatsapp dimata-matai. Percakapan di Whatsapp dimata-matai tidak hanya sekedar diketahui apa isi percakapan kita tapi juga bisa diubah, dihapus, bahkan dikembalikan ke pengirim. Hal ini jelas menjadi ancaman sendiri bagi pengguna Whatsapp. Meski pihak Whatsapp menentang pendapat Alkamade, belum ada yang benar-benar menjamin kenyamanan kita untuk masalah keamanan karena kemungkinan percakapan di Whatsapp dimata-matai atau bebas dari mata-mata masih 50:50.

Pendapat senada tentang keamanan percakapan di Whatsapp dilontarkan oleh Thomas Ptacek, konsultan sekuriti dan cryptographer dari Matasano Securities, dalam sebuah diskusi di Twitter, mengatakan bahwa “ini adalah kelemahan besar yang cara mengeksploitasinya diketahui banyak orang. Si penyerang tak perlu menempatkan diri di tengah-tengah si pengirim dan penerima untuk mencegat pesan yang dikirimkan.”

Alkemade sendiri muncul bukan tanpa solusi. Meski sudah membuat pernyataan yang memungkinkan bahwa percakapan di Whatsapp dimatai-matai, Alkemade menemukan solusi yang patut dicoba oleh pihak Whatsapp. Ia mengatakan bahwa Whatsapp bisa menutup celah keamanan yang ada dengan memindahkannya memakai protokol keamanan bernama Transport Layer Security yang keandalannya telah teruji dan banyak dipakai di internet.

BACA JUGA:  Gunakan Banyak Aplikasi Chatting Sekaligus Hanya Dengan Satu Software

Bagi kita pengguna Whatsapp, tentu ada kemungkinan percakapan di Whatsapp dimata-matai, untuk itu tetaplah bijak dalam mengirimkan pesan ke kerabat Anda.

SHARE
Artikel SebelumnyaJenis-Jenis Makanan yang Bikin Awet Muda
Artikel SelanjutnyaInilah 6 Kamus Online Gratis dan Lengkap
Seni Berpikir membahas tentang ilmu hubungan internasional yang berisi hubungan internasional sebagai forum bagi setiap negara dalam memenuhi kepentingan nasionalnya. Seni Berpikir juga berisi hal-hal lain seputar Wordpress dan Tips Blogging lainnya. Mohon sertakan sumber jika Anda meng-copy-paste tulisan dari dalam situs ini. Regards,

TINGGALKAN KOMENTAR