memilih theme wordpress - responsivitas

Tips Memilih Theme WordPress Untuk Blog Anda – Theme dalam sebuah blog berbasis WordPress merupakan salah satu unsur terpenting. Kebanyakan pengguna WordPress pemula cenderung pusing untuk memilih theme WordPress mana yang cocok untuk digunakan. Bagi pengguna WordPress sendiri, kita disuguhkan dengan banyak sekali pilihan theme untuk berbagai kebutuhan, baik yang gratis maupun yang berbayar.

Karena banyaknya pilihan tersebut, kita terkadang dibuat pusing untuk memilih theme WordPress mana yang cocok untuk blog kita, mana yang lebih baik dari yang mana? Sebagai platform CMS open-source yang paling banyak digunakan di dunia saat ini, setiap orang bisa berkontribusi membuat theme WordPress menurut seleranya.

Masing-masing developer theme tentu memiliki pemikiran dan kemampuan tersendiri dalam membuat sebuah theme. Untuk itu, sebelum memilih theme WordPress terbaik untuk blog Anda, Anda juga harus mempertimbangkan theme mana yang akan Anda gunakan. Dalam artikel ini saya berusaha untuk memandu Anda agar tidak salah dalam memilih theme yang cocok untuk blog Anda.

Hal-Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Theme WordPress yang Akan Digunakan

Theme WordPress memang tidak susah ditemukan. Banyak sekali sumber yang bisa Anda akses untuk mencari theme WordPress yang cocok. Namun, menemukan sumber untuk memilih theme WordPress tidak lagi merupakan suatu masalah untuk sekarang ini. Ada banyak sekali sumbernya, dan tentu saja repositori resmi WordPress tentu merupakan sumber utama untuk mencari atau hanya untuk sekedar melihat-lihat theme WordPress.

Permasalahan utama yang akan kita bahas di sini bukanlah tempat untuk mencari theme WordPress, namun theme WordPress mana yang akan digunakan? Untuk membantu Anda dalam memilih theme WordPress yang tepat, ada beberapa hal yang mungkin harus Anda pertimbangkan, antara lain:

  • Theme WordPress yang tepat sekarang ini bukan lagi sekedar desain yang unik dan keren.
  • “Theme seperti apa yang cocok saya gunakan untuk niche/topik/jenis blog saya?”
  • “Apa fitur yang dibutuhkan untuk blog saya?”
  • Apa yang ditawarkan oleh sebuah theme tentu masih menjadi pertimbangan dasar.
  • “Perlukah saya membeli theme Premium?”
  • “Apakah theme premium ‘memang’ lebih bagus ketimbang yang gratisan?”
  • Theme WordPress harus sesuai dengan niche/topik/tipe blog Anda.
  • Jangan sering-sering mengganti theme. Keseringan mengganti theme justru akan membuat rating SEO blog Anda menurun, apalagi jika sampai memilih theme dengan struktur coding yang buruk.
  • dan sebagainya.

Pertimbangkan hal-hal di atas terlebih dahulu, dan ketika sudah menemukan jawabannya, maka silahkan lanjutkan ke bagian berikutnya.

Tips Memilih Theme WordPress Untuk Blog Anda

Dari ketika mulai menggunakan WordPress sebagai platform utama untuk beberapa blog saya, saya memang selalu merasa susah dalam memilih theme terbaik dan cocok untuk digunakan. Jika Anda merupakan pengunjung yang sudah pernah mengunjungi Seni Berpikir dalam beberapa tahun terakhir, Anda akan menyadari bahwa saya sudah beberapa kali mengganti theme untuk blog ini.

Meski sudah beberapa kali mengganti theme WordPress, jujur saja saya masih merasa ada yang kurang, entah itu dari segi fitur yang ditawarkan dan juga tampilan, maupun struktur coding dari theme yang saya gunakan. Anggap saja saya sudah berpengalaman dalam hal ini meski masih belum bisa disebut expert.

Nah, dari pengalaman saya bergelut dalam pemilihan theme WordPress yang tepat untuk beberapa blog saya dan juga untuk klien, lewat artikel ini saya ingin membagikan beberapa tips dalam memilih theme WordPress yang cocok untuk blog Anda.

1.Tampilan

Tampilan sebuah blog menjadi dasar dari citra blog itu sendiri. Setiap orang, ketika hendak memilih theme, akan selalu memperhatikan hal ini. Seperti apa tampilan yang cocok untuk blog yang Anda kelola? Pertanyaan tersebut tentu berpengaruh dari isi/tipe blog Anda sendiri.

Jika Anda mengelola blog yang membahas beragam topik, Anda perlu mempertimbangkan untuk menggunakan theme yang sifatnya Magazine atau majalah online.

Theme WordPress berjenis magazine, seperti Seni Berpikir sendiri, akan membuat blog Anda terstruktur dengan baik dari segi tampilan. Anda bisa memisahkan tampilan beragam tulisan sesuai kategori masing-masing.

Hal ini jelas akan mempermudah pengunjung untuk mengakses blog Anda, membantu mereka mencari informasi yang menarik bagi mereka, dan tentu saja membuat blog Anda lebih rapi meski topik yang Anda bahas terhitung banyak dan beragam.

Pertimbangkan juga unsur “kesederhanaan” dari segi tampilan. Dalam hal ini kita bisa mencontoh Google. Meski sudah menjadi raksasa mesin pencari yang hampir selalu kita gunakan, Google masih terus mengusung prinsip kesederhanaan dalam hal tampilan.

Tujuan utama mesin pencari Google adalah memudahkan pengguna untuk menggunakan layanannya. Tujuan tersebut, dari segi tampilan, tentu saja tercapai dengan sangat sempurna karena kita dengan mudah dapat menggunakan mesin pencarinya.

BACA JUGA:  Perbandingan Blog Wordpress.com & Wordpress.org

Tidak ada yang suka dengan tampilan amburadul dan terlalu berwarna, oleh karena itu Anda harus bijak memilih theme WordPress dari segi tampilan. Pertimbangkan aspek kesederhanaan tampilan, warna dan font yang cocok, layout, dan sebagainya.

Anda juga jangan mempertimbangkan selera Anda sendiri dalam memilih theme berdasarkan tampilan, karena tampilan yang Anda suka belum tentu disukai oleh pengunjung blog Anda.

2. Harga: Gratisan vs Premium

Perlu Anda ketahui bahwa theme WordPress saat ini sudah lebih dari jutaan theme jumlahnya, berasal dari karya ratusan ribu developer, yang kesemuanya tersebar menjadi theme gratis dan premium.

Theme gratisan umumnya tidak memiliki fitur yang ‘wah’ seperti yang ditawarkan theme premium sehingga Anda membutuhkan plugin tambahan agar bisa mendapatkan fitur yang dibutuhkan.

Theme premium memiliki banyak fitur, namun tidak semua sesuai dengan kebutuhan kita, sehingga menggunakan plugin tambahan juga menjadi alternatif lain untuk mendapatkan fitur tertentu.

Theme premium juga berbayar, yang pastinya ‘tidak murah’, namun tetap dianggap pantas harganya jika dibandingkan dengan fitur yang ditawarkannya.

Namun, tidak semua theme gratisan layak dipandang sebelah mata. WordPress sekarang ini sangat jeli memperhatikan kualitas coding dari theme gratis yang di-submit ke dalam gudangnya sebelum bisa didownload oleh seluruh pengguna WordPress.

Belum lagi, theme WordPress gratisan sekarang ini sudah mulai mampu memberikan fitur tambahan secara built-in yang pastinya menarik untuk dicoba, meski tentu saja belum sehebat theme premium.

Theme Gratis vs Theme Premium

Kelebihan Theme WordPress Premium

  1. Didukung oleh beragam fitur canggih.
  2. Tampilan yang sangat menarik dan di-coding dengan baik.
  3. Mampu membuat blog multifungsi.
  4. Dukungan penuh technical support dari para developernya.
  5. Mudah di-custom.
  6. Update secara rutin.
  7. Mampu membuat blog Anda berbeda dengan blog lainnya, meski theme yang Anda gunakan sama dengan yang lain.
  8. Dokumentasi atau cara penggunaan yang lengkap.

Kekurangan Theme WordPress Premium

  1. Harganya relatif mahal, berkisar antara $30 hingga $300, belum lagi jika custom khusus untuk blog Anda.
  2. Karena banyaknya fitur yang ditawarkan (meski tidak semua fitur akan Anda butuhkan), loading blog Anda bisa menjadi lambat meski tidak selalu.
  3. Belum tentu cocok dengan hosting yang Anda gunakan.
  4. Penggunaannya relatif rumit, meski didukung oleh dokumentasi yang lengkap, karena tidak semua penggunanya paham betul hal-hal teknis.
  5. Masih banyak fitur yang tidak betul-betul dibutuhkan, sehingga hanya menjadi pengganggu theme itu sendiri.

Kelebihan Theme WordPress Gratis

  1. Gratis (yang ini pasti).
  2. Untuk sebuah theme gratis relatif banyak penggunanya, sehingga Anda bisa menanyakan hal-hal tertentu terkait theme tersebut kepada pengguna lainnya.
  3. Theme gratis umumnya lebih sederhana dan ringan, sehingga tidak memberatkan hosting Anda.

Kekurangan Theme WordPress Gratis

  1. Tidak sepenuhnya di-coding dengan baik.
  2. Tidak menjamin kualitas keamanan, coding, desain, kecepatan loading, dan berbagai hal penting lainnya.
  3. Relatif lebih sulit mendapatkan bantuan dari sang developer mengenai hal-hal tertentu.
  4. Tidak bisa dijamin mengenai update-nya karena developer tidak dituntut untuk terus mengupdate theme gratis buatannya.
  5. Fitur yang sangat terbatas.
  6. Lebih sulit untuk di-custom sesuai keinginan dan kebutuhan Anda.
  7. Tampilan blog Anda akan sangat mirip dengan blog-blog lainnya yang menggunakan theme gratisan yang sama.
  8. Tampilan terkadang kurang menarik dan tidak bebas mengatur tampilan.

Jika Anda belum siap mengeluarkan dana untuk membeli theme premium, maka theme gratis masihlah merupakan pilihan utama.

Namun, pada umumnya, aspek terpenting yang harus Anda perhatikan dalam memilih theme WordPress antara yang gratis dan premium adalah kualitas dan kepedulian dalam pembuatannya.

Kualitas coding menjadi salah satu yang terpenting karena akan mempengaruhi berbagai segi krusial pada blog Anda, mulai dari segi SEO, keamanan, hingga kecepatan loading blog.

Untuk membantu Anda menilai kualitas theme gratis dan premium, silahkan baca baik-baik apa kata/penilaian pengguna.

Biasanya akan tertera rating dan komentar pengguna mengenai sebuah theme. Anda juga perlu melihat forum dari theme tersebut, masalah apa yang sering dialami oleh penggunanya dan apakah sudah terselesaikan? Selanjutnya, bagaimana kesigapan sang developer dalam menanggapi masalah-masalah tersebut?

Yang perlu Anda perhatikan berikutnya adalah bagian changelog, seberapa sering theme diupdate dan apa-apa saja yang diperbaharui? Juga, Anda bisa mempertimbangkan kualitas sebuah theme dari portofolio sang developer, lihat theme seperti apa saja yang sudah pernah ia buat.

Dalam hal ini diharapkan Anda mampu mempertimbangkan theme mana yang cocok Anda gunakan dari segi harga, apakah lebih memilih untuk menginvestasikan dana untuk theme WordPress atau tidak.

3. Pilih Theme yang Cocok Dengan Isi Konten Blog Anda (Jenis & Niche Blog Anda)

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Anda perlu memilih theme WordPress yang sesuai dengan isi konten blog Anda. Jika Anda membahas tentang beragam topik, ada baiknya Anda memilih theme WordPress yang bersifat magazine.

BACA JUGA:  Lengkap: Cara Setting All in One SEO Pack

Theme bersifat magazine membuat tampilan blog Anda lebih gampang dinavigasi atau diakses, karena theme ini biasanya ‘ramai’ namun tetap bisa dikustomisasi agar konten yang tampil sesuai dengan kategorinya dan lebih rapi.

Berikut contoh theme bersifat News/Magazine dari ColorMag:

memilih theme wordpress - colormag

Jika Anda memiliki blog dengan isi konten yang lebih spesifik, misalnya personal blog atau blog berkategori khusus komputer, maka Anda hanya membutuhkan theme yang lebih tampilannya sederhana lagi, misal tampilannya seperti ini:

Olsen Light

memilih theme wordpress - Olsen Light

Hueman

memilih wordpress theme - hueman

Masing-masing theme dibuat untuk tampilan blog yang lebih spesifik, bisa juga untuk kebutuhan multifungsi. Yang perlu Anda perhatikan dari deskripsi sebuah theme WordPress adalah untuk keperluan apa theme ini cocok digunakan, biasanya disertai dengan label seperti WordPress Theme for Personal Blogger, WordPress Theme for News/Magazine, WordPress Theme for Business, dan sebagainya.

4. Responsive & Mobile-Friendliness

Responsivitas sebuah website merupakan salah satu prioritas utama Google saat ini dalam merangking peringkat website di hasil pencarian. Responsive merupakan salah satu nilai plus yang dimiliki oleh sebuah theme WordPress. Meski responsivitas bukanlah lagi suatu kendala karena hampir seluruh theme sekarang ini sudah responsive, Anda tetap harus mempertimbangkan mobile-friendliness dari theme tersebut.

Untuk lebih jelasnya seperti ini. Theme WordPress yang responsive akan mampu menyesuaikan tampilan sebuah website ketika dibuka di berbagai ukuran layar, entah itu dekstop, tablet, hingga perangkat mobile lainnya yang lebih kecil ukurannya. Ketika sebuah website dibuka di dekstop/web browser komputer atau laptop, tampilan website yang akan terlihat adalah tampilan yang sebenarnya. Jika dibuka di layar yang lebih kecil, misalnya dibuka di perangkat tablet dan mobile lainnya, dan sebuah website dengan theme yang responsive mampu menyesuaikan tampilan sesuai ukuran layar, maka itulah responsivitas. Contoh nyatanya seperti ini:

memilih theme wordpress - responsivitas

Anda bisa melihat perbedaan theme responsive yang digunakan oleh sebuah website, kan? Gambar di atas menunjukkan terdapat 3 perbedaan tampilan di 3 perangkat dengan ukuran layar yang berbeda. Theme yang responsive, meski

5. Theme Multifungsi & Fleksibel

Banyak sekali theme yang mampu memberikan tampilan keren dan unik bagi website yang menggunakannya. Namun, jika Anda berpikir untuk terus menggunakan satu theme untuk jangka panjang, apalagi jika Anda memutuskan untuk membeli theme premium, maka pertimbangkan untuk membeli theme yang sifatnya multifungsi dan fleksibel.

Theme yang sifatnya multifungsi dan fleksibel maksudnya, Anda bisa memanfaatkan satu theme tersebut untuk membuat website Anda mampu mendukung beragam tipe konten/niche/jenis blog Anda.

Misalnya, dalam satu website Anda ingin membuat berbagai halaman penting. Theme multifungsi dan fleksibel bisa membantu Anda membuat tampilan layout yang berbeda untuk kumpulan artikel berikut kategorinya, slider, portofolio, toko online, forum, galeri, dan sebagainya di dalam satu website dengan theme yang sama.

Theme jenis ini umumnya merupakan theme yang sifatnya premium. Ada banyak pilihan yang bisa Anda pertimbangkan, rekomendasi saya adalah:

X Theme (Harga $64)

memilih theme wordpress - x theme

Avada (Harga $59)

memilih theme wordpress - Avada – WP Theme

Enfold (Harga $59)

memilih theme wordpress - Enfold Theme

BeTheme (Harga $59)

memilih theme wordpress - BeTheme

UnCode (Harga $59)

memilih theme wordpress - Uncode

Jika Anda berencana untuk mengembangkan website Anda ke tahap yang lebih maju lagi, menawarkan berbagai layanan dan fitur, tidak hanya konten berisi tulisan saja, maka memilih theme WordPress yang multifungsi dan fleksibel seperti daftar di atas wajib Anda pertimbangkan.

6. Kecepatan Loading

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, theme dengan beragam fitur yang sebenarnya tidak semuanya akan kita butuhkan justru akan mempengaruhi kecepatan loading blog kita ketika digunakan. Namun, bukan berarti mutlak bahwa theme dengan banyak fitur di dalamnya akan selalu membuat website Anda semakin lama loadingnya.

Dengan kepintaran developer setiap theme, meski membuat banyak sekali fitur di dalam sebuah theme, para developer bisa mengoptimalkan performa theme yang mereka buat dengan keteraturan coding yang digunakan, sehingga banyaknya fitur tidak akan memperlambat loading blog Anda.

Kecepatan loading sebuah website memang sangat penting karena akan mempengaruhi rating blog Anda dan kenyamanan para pengguna ketika mengakses blog Anda. Tidak ada yang suka dengan sebuah website jika loading-nya lama, kan?

Anda bisa mengetahui kecepatan loading sebuah theme dengan mengetesnya dengan alat berikut:

  1. Google Pagespeed Insight
  2. GTMetrix
  3. Pingdom Tool

Cara paling mudah untuk mengetesnya adalah dengan meng-copy URL demo sebuah theme WordPress, kemudian paste ke masing-masing alat tersebut. Lihat setiap perbandingan kecepatan loading setiap theme yang ingin Anda gunakan.

BACA JUGA:  Blogger Indonesia: Daftar Program Afiliasi Involve Asia Sekarang Juga!

Anda juga masih bisa mempercepat loading blog Anda dengan theme apapun dengan panduan mempercepat loading blog yang sudah pernah kami tuliskan. Tambahan selanjutnya Anda juga bisa membaca panduan kami lainnya untuk mempercepat loading blog Bagian 1 dan Bagian 2. Baca juga cara menggunakan plugin W3 Total Cache dan juga cara menggunakan Cloudflare untuk membantu mengoptimalkan performa blog Anda agar lebih cepat loading-nya.

7. SEO-Friendly

Tidak semua theme sudah bersifat SEO-friendly, dan tidak semua theme yang bersifat SEO-friendly akan menjamin kebaikan nilai SEO bagi website Anda. Nilai SEO sebuah blog memang tergantung upaya kita dalam mengoptimalkannya. Namun salah satu faktor yang menentukannya adalah theme yang kita gunakan.

Ada banyak faktor yang membuat sebuah theme menjadi theme yang sifatnya SEO-friendly, misalnya penggunaan meta tag, item drop, coding yang sesuai standard HTML terkini, sesuai dengan standar CSS, JS, dan sebagainya. Baiknya struktur coding juga mempengaruhi tingkat SEO-friendly sebuah website, termasuk kecepatan loading ketika digunakan.

8. Kemudahan Penggunaan

Bagian ini juga sudah disebutkan sebelumnya. Pilihlah theme WordPress yang mudah untuk digunakan. Banyak theme akan menyediakan dokumentasi tentang cara penggunaan dan konfigurasi lainnya. Banyak theme juga yang sudah menyediakan fitur theme options lewat Theme Options Panel maupun Theme Customizer, Page Builder, Front-End Builder, dan sebagainya. Baca baik-baik fitur apa yang disediakan oleh theme tersebut.

9. Keamanan

Perlu Anda ingat, kesalahan coding bisa membuat sebuah website yang menggunakan theme tertentu rentan akan masalah keamanan, terutama dari hacking. Jika terjadi celah sedikit saja dari struktur coding, maka website Anda akan rentan untuk di-hack.

Jika Anda berada di Themforest, sebelum memilih theme tertentu, baca dulu baik-baik forum yang disediakan untuk setiap theme. Baca komentar pengguna tentang masalah keamanan dan masalah lainnya. Theme juga harus sering update agar semakin kuat dari celah-celah yang terhitung rentan. Oleh karena itu, selalu pertimbangkan masalah keamanan sebelum menggunakan theme tertentu.

Jika Anda mendapati sebuah theme yang sudah lama sekali tidak di-update, meski tampilannya cocok dengan selera Anda, saran saya abaikan saja theme tersebut, tidak usah digunakan.

10. Kemudahan Untuk Dikustomisasi

Banyak theme WordPress yang sangat mudah untuk dikustomisasi sesuai selera Anda agar tentunya terlihat berbeda dengan blog lain meskipun menggunakan theme WordPress yang sama. Rata-rata theme premium memberikan fitur ini. Theme gratisan pun sudah banyak yang memberikan fitur ini.

Jika Anda tidak yakin, Anda juga bisa membuat WordPress Child Theme untuk mengkustomisasi tampilan blog Anda dan tidak akan hilang perubahannya meskipun Anda mengupdate theme Anda nantinya.

Alat-Alat yang Bisa Anda Manfaatkan Sebelum Memilih Theme WordPress

Berikut alat-alat yang bisa Anda gunakan untuk melakukan seleksi terhadap theme WordPress sebelum memilih theme WordPress yang akan Anda gunakan:

Untuk Memeriksa Kecepatan Loading

Catatan: Copy-Paste URL demo theme WordPress yang ingin Anda tes.

  1. Google Pagespeed Insight
  2. GTMetrix
  3. Pingdom Tool

Untuk Memeriksa Responsivitas

  1. Responsive Test
  2. Responsinator
  3. Responsive Design Checker
  4. Am I Responsive?

Untuk Memeriksa Mobile-Friendliness

Google Mobile-Friendly Test

Untuk Memeriksa Theme WordPress (dan Plugin) Apa yang Digunakan Oleh Suatu Website

  1. What WP Theme Is That?
  2. WP Theme Detector

Di Mana Saya Bisa Melihat Kumpulan Theme WordPress Untuk Memilih Theme WordPress yang Akan Saya Gunakan?

Untuk melengkapi isi artikel ini, saya juga berusaha memberikan berbagai kumpulan sumber yang bisa Anda gunakan untuk melihat berbagai theme WordPress. Saya secara khusus merekomendasikan tempat-tempat berikut untuk memilih theme WordPress terbaik:

  1. WordPress Repocitory: Gudang Theme WordPress Resmi
  2. Justfreethemes
  3. Themeforest
  4. Studiopress
  5. ElegantThemes
  6. MyThemeShop

Anda mungkin memiliki preferensi lain soal ini, dan silahkan bagikan sumber favorit Anda untuk melihat-lihat berbagai theme WordPress lewat kolom komentar di bawah.

Penutup

Artikel ini memang cukup panjang, namun tujuan saya lewat artikel ini tidak lain adalah untuk membantu Anda menemukan theme WordPress yang tidak hanya keren dari segi tampilan, lengkap dari segi fitur, namun cocok dan baik untuk Anda gunakan di blog Anda.

Memilih theme WordPress yang tepat untuk blog Anda memang sering kali terdengar mudah, namun pada kenyataannya, Anda kerap dipusingkan karena banyaknya pilihan yang tersedia, baik gratis maupun premium.

Memilih theme WordPress yang tepat tentu saja harus berdasarkan pada berbagai pertimbangan yang harus Anda pertimbangkan baik-baik sebelum benar-benar menggunakannya. Semoga artikel ini sedikit-banyak dapat membantu Anda dalam memilih theme WordPress yang tepat untuk blog Anda. Jika ada hal lain yang perlu Anda sampaikan atau tanyakan, silahkan gunakan kolom komentar di bawah ini. Akhir kata, semoga bermanfaat.

TINGGALKAN KOMENTAR