Lengkap: Cara Mempercepat Loading WordPress – Part 1 – Tulisan kali ini akan saya buat berseri (maksudnya series) tentang cara mempercepat loading WordPress dengan lengkap sehingga kecepatan loading blog/website WordPress Anda akan mengejutkan Google dan para pengunjung.

Kecepatan loading suatu website, baik yang terbuat dari CMS WordPress atau CMS lainnya, juga platform blogging gratis dan custom code/php/HTML, akan sangat membantu pengalaman pengguna (user experience) dalam menjelajahi konten demi konten website Anda.

Dalam survey yang digunakan oleh peneliti internet yang saya baca, rata-rata pengunjung sebuah website akan pergi ke website lainnya jika website tersebut menghabiskan waktu lebih dari 5 detik untuk terbuka sepenuhnya.

Jika sebuah website menghabiskan waktu lebih dari 5 detik namun konten/landing page website tersebut belum juga terbuka sepenuhnya, maka pengunjung akan pergi dari website tersebut dan mencari informasi terkait lainnya di website lain.

Para pencari informasi melalui internet tentu tidak ingin menghabiskan waktu hanya untuk mencari segelintir informasi di website Anda (yang lambat) jika ia bisa mencari informasi tersebut di website lainnya (yang mungkin lebih lengkap dan lebih cepat loadingnya).

Google sebagai direktori konten terbesar sejagad juga menganjurkan kecepatan loading yang lebih cepat dari sebelumnya, terutama pasca Google Panda dan lahirnya algoritma baru Google Hummingbird.

Konten, kata kunci, orisinalitas, layout dan sebagainya bukan lagi sekian dari beberapa faktor utama untuk mempertinggi rating SEO website Anda di Google dan mesin pencari lainnya, terlebih pasca Google Panda.

Kini Google melebarkan sayap lebih detil untuk menilai SEO dari sebuah website, terutama dari Authorship dan juga kecepatan loading sebuah website.

Artikel Rekomendasi: Cara Mengoptimalkan WordPress untuk SEO

Terlebih, pihak Google sendiri memberikan pernyataan: “The web should be fast”.

Website ini beberapa bulan terakhir sering mengalami kendala terkait lambatnya loading, menghabiskan waktu sekitar 12 detik untuk terbuka sepenuhnya.

Dari berbagai pengoptimalan yang saya dapatkan dari berbagai sumber, akhirnya website ini mendapatkan skor yang baik. Beberapa hari yang lalu sebelum melakukan berbagai pengoptimalan tambahan, berikut rangking/skor kecepatan loading website saya di GTMetrix (dan YSlow).

 

Dari gambar di atas tampak skor kecepatan loading Seni Berpikir pada tanggal 5 Juli 2014 adalah 89% (B) pada GTMetrix dan YSlow memberikan skor 90% (A), dengan rata-rata kecepatan loading 7,92 detik dengan ukuran halaman 1,42MB.

Hal tersebut masih dirasa melebihi ekspektasi kecepatan loading rata-rata yang dibutuhkan pengunjung untuk mencari informasi (dari survey yang ada). Sehingga beberapa jurus mempercepat loading WordPress pun saya terapkan untuk benar-benar menghasilkan kecepatan yang tepat, lebih cepat, untuk Seni Berpikir.

BACA JUGA:  Meet Eva Silviana: Fashion Blogger Muda dari CrunchyCheeseMe

Sebelum mengaplikasikan setiap langkah dalam artikel ini, saya rekomendasikan untuk mengecek kecepatan loading website Anda menggunakan GTMetrix, Pingdom Tool, dan Google Pagespeed.

Tiga sumber ini sangat terpercaya, juga memberikan rekomendasi pada website kita tentang bagian mana saja yang perlu diperbaiki untuk mempercepat loading WordPress (dan platform website lainnya).

Skor hanya berpengaruh sedikit, utamakan melihat waktu yang dibutuhkan oleh pengunjung rata-rata untuk membuka keseluruhan landing page website kita. Seperti saya, yang diberikan skor bagus dari GTMetrix seperti yang terlihat pada gambar di atas, ternyata memakan waktu lebih dari 7 detik yang melewati ekspektasi kecepatan loading website saya.

Nah, jika sudah, mari lanjutkan membaca tentang cara mempercepat loading WordPress part 1 ini.

Cara Mempercepat Loading WordPress

1. Gunakan Plugin W3 Total Cache

Sudah jutaan web pengguna WordPress menggunakan plugin cache yang satu ini, termasuk Seni Berpikir sendiri. W3 Total Cache (Gratis) membantu pengunjung website Anda untuk tidak membuka kembali skrip yang sudah pernah dibuka olehnya, yang dengan kata lain sangat membantu returning visitors, dan website Anda sendiri.

Pada umumnya cache berguna untuk mengoptimalkan performa blog dari static content. Static content merupakan segala sesuatu yang pada umumnya jarang terupdate, seperti misalnya gambar, Javascript, hingga icon.

Nah caching sendiri merupakan proses di mana browser mendownload static content tersebut dan menyimpannya agar ketika diakses kembali, browser tidak perlu mendownload static content tersebut sehingga tidak lagi memakan waktu loading dan resources data dari server.

Saya tidak akan merekomendasikan plugin cache lain kepada Anda selain rival terdekatnya, WP Super Cache (Gratis). WP Super Cache dikembangkan oleh Automattic sendiri selaku perusahaan di belakang WordPress, yang memiliki tujuan sama namun pendekatan yang berbeda soal ini.

Setup-nya juga memang lebih mudah, namun dari yang saya dapatkan, W3 Total Cache secara signifikan berada setingkat pengaruhnya ketimbang WP Super Cache.

Plugin W3 Total Cache memang rumit untuk digunakan, bahkan jauh lebih rumit daripada menggunakan WP Super Cache, tetapi untunglah saya sudah menyiapkan tutorial cara menggunakan plugin W3 Total Cache untuk Anda, yang lengkap dan mudah diaplikasikan.

BACA JUGA:  Fungsi dan Cara Membuat Gravatar di WordPress

2. Optimalkan Ukuran dan Kualitas Gambar yang Digunakan

Hal ini sangat berpengaruh jika website Anda lebih mengutamakan gambar sebagai kontennya, seperti toko online dan website fotografi.

Anda memang tidak harus menggunakan ukuran gambar asli pada website Anda (hal ini akan mempermudah pelanggaran hak cipta jika gambar yang Anda tampilkan adalah produksi sendiri), tetapi tetap saja membutuhkan optimisasi untuk mempercepat loading WordPress.

Gunakan plugin WP-SmushIt (Gratis) untuk secara otomatis mengoptimalkan kualitas dan ukuran gambar yang terdapat dalam website Anda, atau yang baru saja Anda upload, dan secara otomatis plugin ini akan mengoptimalkan ukuran tanpa mengganggu resolusinya.

3. Minimalkan Penggunaan Plugin

Dua poin di atas secara utama membutuhkan plugin untuk penerapannya. Tetapi, meminimalkan penggunaan plugin yang saya maksud di sini adalah menon-aktifkan plugin yang kurang penting, plugin yang sebenarnya tidak terlalu Anda butuhkan.

Plugin sebagai alat bantu memang penting dalam pengembangan WordPress, tetapi cukuplah menggunakan plugin yang memang sangat Anda butuhkan karena keterbatasan kemampuan coding yang kita miliki.

Cukup gunakan satu plugin untuk banyak fitur, seperti Yoast SEO (Gratis), JetPack (Gratis), dan sebagainya.

Terlalu banyak menggunakan plugin akan merusak kode PHP/HTML website Anda, apalagi jika kodenya berbenturan dengan kode theme dan plugin lain (tidak kompatibel satu dengan yang lain), dan juga menambah permintaan (request) terhadap server sehingga memberatkan server dan browser untuk melayani permintaan untuk membuka website Anda, juga meningkatkan jumlah penggunaan bandwith, sehingga membuat website WordPress Anda menjadi lebih lambat.

Untuk langkah selanjutnya, gunakan plugin P3 Profiler (Gratis) untuk memantau penggunaan plugin Anda.

Menggunakan plugin tersebut, Anda akan mengetahui plugin mana yang menghasilkan pengaruh terbesar pada loading website Anda, sehingga Anda akan mengetahui plugin mana yang akan Anda hilangkan (uninstall).

Plugin P3 Profiler adalah buatan tim Godaddy, salah satu penyedia domain dan webhost populer di dunia, sehingga plugin tersebut tentu dibuat tanpa meningkatkan permintaan pada server untuk website Anda/tanpa memberatkan server yang Anda gunakan.

4. Optimasikan Homepage dan Konten Secara Manual

Bagian ini, meski manual, cukup mudah dilakukan meskipun Anda sepenuhnya adalah pemula. Hal-hal yang perlu Anda lakukan di bagian ini antara lain:

– Tampilkan excerpt (rangkuman artikel) ketimbang artikel secara penuh di Homepage, juga tampilkan saja 5 hingga 8 artikel di homepage.

– Hilangkan widget yang tidak terlalu penting baik di sidebar maupun footer.

BACA JUGA:  Cara Memasang Kotak Pencarian Google di Blog

– Kurangi penggunaan iklan: di artikel, di header, footer, sidebar, dan sebagainya. Iklan mengandung tracking script yang menambah jumlah request kepada server, sehingga menyebabkan waktu loading yang dibutuhkan meningkat.

– Hilangkan berbagai gambar atau banner yang sebetulnya tidak perlu, karena selain (bisa saja) memperjelek tampilan Anda, juga bisa menambah waktu loading website Anda.

Ingat: Pengunjung mencari informasi yang Anda sediakan dalam website Anda, bukan untuk melihat-lihat widget dan iklan yang ada di website Anda.

5. Bersihkan dan atur Database Anda

“Saya tidak mengerti database apalagi cara membersihkannya”. Mungkin Anda berpikir begitu, namun tenang, Anda tidak sendiri, saya juga demikian. Untuk itu kita akan menggunakan plugin WP-Optimize untuk membersihkan dan mengatur database website kita.

Install dan aktifkan plugin ini, dengan sekali klik, database WordPress Anda akan bersih dan teratur, sehingga tidak ada beban server tambahan yang akan memperlambat website WordPress Anda.

Trik Mempercepat Loading WordPress: Coba Bandingkan Hasilnya

Sampai di sini coba cek ulang kecepatan website WordPress Anda menggunakan tiga alat tadi (GTMetrix, Google Pagespeed, dan Pingdom Tool).

Apakah ada perubahan baik, maksudnya, apakah loading website Anda menjadi lebih cepat dari sebelumnya? Saya sendiri sudah menjadi lebih cepat, dari yang sebelumnya 7 detik lebih menjadi 3 detik, seperti yang terdapat pada gambar di bawah:

kecepatan loading seni berpikir

Total ukuran halaman yang harus diload yang semula berukuran lebih dari 1MB menjadi 922KB, dan total permintaan ke server menjadi 61 total permintaan. GTMetrix dan YSlow memberikan skor A, di atas 90%. Kecepatan loading saya meningkat dua kali lipat menjadi 3,17 detik.

Mempercepat loading WordPress tidak susah bukan? Coba beritahu saya tentang kecepatan loading website Anda sebelum dan sesudah mengaplikasikan trik yang saya berikan. Seberapa besar perubahan?

Hal-hal tambahan apa yang Anda butuhkan? Trik mempercepat loading WordPress ini akan terus berlanjut hingga ke tahapan yang lebih susah lagi.

Tetapi saya akan membuatnya bisa diaplikasikan oleh siapa saja meskipun terdapat beberapa kode untuk mengaplikasikannya. Terus ikuti perkembangan cara mempercepat loading WordPress ini hingga website WordPress Anda benar-benar cepat untuk diload. Semoga bermanfaat.

(Jangan lupa berikan pendapat atau tanggapan Anda tentang artikel ini melalui kolom komentar)

Baca Artikel Selanjutnya: Lengkap: Cara Mempercepat Loading WordPress – Part 2

5 KOMENTAR

  1. Mas, mohon informasi
    ketika saya menggunakan w3 Total Cache, namun setelah sy install website saya tampilannya jadi hancur.
    apakah setting saya yang salah ya, speed sangat bagus ketika diinstall plugin tersebut

    terima kasih banyak bila mau merespon

    • jika terdapat masalah pada tampilan front-end, silahkan matikan minify CSS dan JS, atau pengaturan yang berhubungan dengan CSS dan JS. Namun sebelum melakukan perubahan pengaturan silahkan bersihkan cache terlebih dahulu, dan setelah melakukan setting, silahkan bersihkan cache lagi. Alternatif, silahkan buka website Anda lewat browser lain

  2. Kalau saya sih mengoptimasi di bagian .htaccess nya ajah mas, toh plugin kan juga mengubah pengaturan .htaccess. heheh, alhamdulillah bisa ningkatin kecepatan blog secara signifikan sih. Soalnya saya pribadi kurang suka dengan penggunaan plugin mas, kan kalo kebanyakan plugin yg digunain, apalagi plugin cache ato yg bikin mempercepat blog, ketika traffic rame terus resource kurang mencukupi kan bisa berabe. hehehe

  3. Walaupun poin-poin diatas sudah dangat familiar jika dilihat dari beberapa artikel lain yang membahas topic serupa, Tapi perberbedaanya disini adalah penjelasan dari p3 profiler yang masih jarang dibahas di topic lainnya.
    Jadi artikel ini lebih informatif menurut sya.

TINGGALKAN KOMENTAR