Lengkap: Cara Mempercepat Loading WordPress – Part 2 – Setelah sebelumnya saya memberikan pemahaman tentang mempercepat loading WordPress, cara dan alasan untuk melakukannya, di Lengkap: Cara Mempercepat Loading WordPress – Part 1, kali ini saya melanjutkan dengan lebih detil lagi.

Dalam artikel sebelumnya, saya sedikit menjelaskan tentang apa manfaatnya kecepatan loading bagi sebuah website, dan kenapa WordPress punya pengecualian sendiri dalam hal kecepatan, di mana pengguna WordPress dapat dengan mudah (atau sedikit membingungkan) mempercepat loading website WordPress-nya. Terdapat plugin yang siap membantu pengguna WordPress untuk mengoptimalkan kecepatan loading website-nya.

Dan dalam artikel kali, saya lebih jauh akan membawa Anda ke praktik-praktik yang sedikit berbau hack atau tweak untuk mempercepat loading WordPress Anda, yang kelihatan susah diterapkan, namun percayalah bahwa saya akan membantu Anda hingga benar-benar mampu mengaplikasikan keseluruhan tutorial bagian kedua ini.

Cara Mempercepat Loading WordPress – Part 2

1. Pilih Hosting Premium yang Tepat

Jika Anda masih saja menggunakan hosting gratis dan Anda mendapatkan kendala dengan jumlah trafik yang tetap saja sedikit, gangguan web server error ketika situs Anda hendak diakses, kelebihan penggunaan CPU (exceeded CPU usage), maka perlulah mengganti hosting Anda, dari gratis ke premium, atau dari premium ke premium yang kualitasnya lebih baik lagi.

Sekedar informasi, tahun 2013 awal ketika saya pertama kali menciptakan Seni Berpikir, saya menggunakan fasilitas hosting gratis di Idhostinger. Awalnya memang baik-baik saja. Dalam beberapa bulan setelahnya setelah trafik mulai padat dan kata kunci mulai ‘menguasai’ mesin pencari, masalah demi masalah timbul dan menghiasi pesan error di Google Webmaster, yang dikarenakan server error. Hosting gratis tidak mampu melayani lalu lintas pengunjung ke Seni Berpikir, belum lagi jumlah permintaan halaman yang semakin banyak dari waktu ke waktu, dan karena plugin yang saya gunakan menambah jumlah permintaan ke server.

BACA JUGA:  Cara Membuat Daftar Isi di Dalam Tulisan

Saya beberapa kali menanyakan masalah tersebut ke Idhostinger, dan satu-satunya saran terbaik yang saya dapatkan kala itu adalah upgrade ke plan hosting premium. Langkah tersebut tentu saja langsung saya ambil demi menyelamatkan website ini dan performanya bagi para pengunjung, serta jumlah trafik.

Oleh karena itu, memilih hosting premium yang tepat adalah cara yang paling, atau boleh saya katakan, sangat mendasar dari awal bahkan sebelum Anda berencana meng-online-kan sebuah website, terutama website bisnis/perusahaan/komersial. Ada banyak pilihan di luar sana, seperti GoDaddy, Hostgator, HawkHost, Bluehost, Idhostinger, Niaga Hoster, dan sebagainya.

Saya sendiri lebih merekomendasikan hosting lokal, selain karena cara pemesanan, support, dan pembayaran yang serba lokal (sangat mudah dimengerti), hosting lokal seharusnya juga memiliki server di Indonesia. Dari antara pilihan layanan hosting yang saya sebutkan tadi, hanya Niaga Hoster yang memiliki server di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Keuntungannya tentu saja, koneksi membutuhkan waktu yang sangat cepat agar server menyediakan halaman penuh untuk sebuah website, karena bersifat langsung atau direct, sehingga tidak membutuhkan loading tambahan.

Niaga Hoster menyediakan 4 macam plan hosting yang siap Anda pakai untuk berbagai kebutuhan, dengan harga murah dan gratis domain selamanya untuk sewa hosting. Saya sendiri sudah menuliskan review Niaga Hoster dengan lebih mendetail. Juga jika Anda berminat, berikut kode kupon diskon Niaga Hoster untuk mendapatkan diskon atas setiap pesanan Anda, baik domain maupun hosting. Terlepas dari itu, tentu saja Anda memiliki pilihan hosting sendiri yang menurut Anda terbaik bagi kebutuhan website Anda.

2. Tambahkan Waktu Caching

(PERHATIAN: Lakukan Back Up sebelum menerapkannya)

Hal ini membutuhkan akses ke .httaccess di root directory website WordPress Anda. Caranya, masuk ke kontrol panel hosting Anda dan pilih file manager atau semacamnya. Atau Anda bisa menggunakan FileZilla untuk mengaksesnya. Cari file .httaccess dan klik edit (Anda mungkin membutuhkan software Notepad++ gratis untuk mengakses dan mengeditnya dengan lebih mudah).

BACA JUGA:  Cara Membuat Facebook Reactions di WordPress

Setelah itu, di file .httaccess, tambahkan kode berikut:

<IfModule mod_expires.c>
    ExpiresActive On
    ExpiresByType text/html M3600
    ExpiresByType text/css M3600
    ExpiresByType application/x-javascript M3600
    ExpiresByType image/bmp M3600
    ExpiresByType image/gif M3600
    ExpiresByType image/x-icon M3600
    ExpiresByType image/jpeg M3600
</IfModule>

Klik save file, dan jika Anda menggunakan plugin W3 Total Cache, silahkan arahkan kursor ke bagian atas Dashboard yang terdapat tulisan Performance, lalu dari menu drop down, klik Empty All Caches. Selesai.

Artikel Rekomendasi: Cara Menggunakan Plugin W3 Total Cache

3. Kompres Seluruh Komponen Website Anda dengan Gzip

(PERHATIAN: Lakukan Back Up sebelum menerapkannya)

Bingung bagaimana caranya? Tanyakan terlebih dahulu penyedia hosting Anda melalui customer support-nya tentang bagaimana mengaktifkan Gzip untuk website Anda. Lakukan sebagaimana instruksi mereka, dan sebisa mungkin back up data website Anda terlebih dahulu.

Atau Anda bisa menggunakan cara di bawah ini dengan meng-copy kode di bawah ke dalam file .httaccess Anda (sama seperti poin nomor 3):

#Begin gzip and deflate
<IfModule mod_deflate.c>
    AddOutputFilterByType DEFLATE text/html text/css application/x-javascript text/plain text/xml image/x-icon
</IfModule>

Mudah, kan?

4. Tambahkan Kode ‘Flush’ di Header

Kode ini sangat berguna untuk mengurangi kinerja atau kesibukan browser ketika membuka seluruh halaman. Halaman yang sudah tersimpan akan terbuka tanpa menambah kesibukan browser untuk membuka seluruh halaman penuh. Caranya, tambahkan kode berikut ini di Dashboard => Appearance => Editor => Header.php.

Copy kode berikut ini di antara <head> dan </head>:

<?php flush(); ?>

Jadi nantinya akan terlihat kira-kira seperti ini di Header.php Anda:

<head>

<?php flush(); ?>

</head>

Klik save file dan selesai.

5. Non-Aktifkan Post Revision

Mempercepat loading WordPress terkadang membutuhkan optimisasi pada bagian pentingnya. Post Revision adalah salah satu bagian penting dari WordPress ketika penggunanya sedang membuat konten baru di Dashboard. Namun, jarang sekali fitur post revision ini digunakan sehingga hanya akan menambah berat beban server untuk website Anda. Mari kita non-aktifkan saja fitur ini.

BACA JUGA:  5 Cara Melindungi Blog Wordpress

Caranya, akses ke directory website Anda, menggunakan file manager di kontrol panel hosting maupun menggunakan FileZilla. Setelah itu cari file yang bernama wp-config.php dan tambahkan kode berikut ke dalamnya:

<?php define(‘WP_POST_REVISIONS’,false); ?>

Silahkan simpan dan Post Revision tidak akan mengganggu Anda lagi.

6. Gunakan CDN

CDN atau Content Delivery Network adalah layanan di mana konten statis yang terdapat di dalam website Anda seperti gambar dan sebagainya, dihost dan diantarkan kepada server dari server yang terdekat. Misalnya, hosting Anda terdapat di Amerika Serikat. Akan membutuhkan waktu relatif lama agar konten di dalam website Anda terbuka seluruhnya jika dikirim melalui server di AS ke Indonesia. CDN berguna untuk mempersingkatnya. CDN mampu menjangkau ke hampir seluruh dunia, dan rata-rata memiliki basis di Singapura untuk wilayah ASEAN. Jika Anda menggunakan CDN, maka server tidak perlu mengirim konten statis Anda dari AS ke Indonesia, karena server di Singapura yang lebih dekat jaraknya ke Indonesia siap mengirimkan konten statis tersebut.

CDN yang paling banyak digunakan oleh pemilik web di dunia adalah MaxCDN, namun jika Anda ingin produk gratisan seperti saya, silahkan gunakan Cloudflare.

Silahkan cek kecepatan website Anda dengan dua alat berikut: Google Pagespeed Insight dan Pingdom Tool.

Kesimpulan

Mempercepat loading WordPress jika Anda pengguna WordPress, terlepas dari apapun kebutuhan Anda dengannya, menjadi titik kunci untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung atau pelanggan. Selain itu, mempercepat loading WordPress adalah bagian dari mengoptimalkan WordPress untuk SEO, seperti kata pihak Google sendiri: “The web should be fast”.

Anda memiliki tips lain untuk mempercepat loading WordPress?

TINGGALKAN KOMENTAR