Sejarah dan Perkembangan Google Hingga Masa Kini

Sejarah dan Perkembangan Google: Kelahiran PageRank, Peringkat Link di Indeks Google

Berdasarkan pengamatan mereka, disimpulkan bahwa jumlah tautan yang menunjuk ke sebuah situs merupakan ukuran popularitas dari situs tersebut. Selain itu, mereka juga memutuskan bahwa satu link bisa diberi peringkat.

Misalnya, jika situs CNN (yang menerima arus lalu lintas tinggi karena memiliki banyak tautan yang menunjuk ke situsnya) menunjuk (link) ke situs Anda – artinya link tersebut akan lebih bernilai daripada link dari situs lain yang kurang populer.

Larry mengembangkan algoritma PageRank (dinamai sesuai namanya sendiri) untuk mengkonversi data backlink yang dikumpulkan oleh program crawler, dan kemudian dijadikan sebagai indikasi penting dalam suatu halaman web.

Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Online Untuk Siapapun

Dengan menambahkan algorithma pada metode pencarian tradisional (yang mencocokkan kata kunci pada halaman dengan istilah pencarian), Larry dan Sergey menyadari bahwa algorithma ini juga dapat digunakan untuk menciptakan sebuah mesin pencari yang dapat mengembalikan hasil pencarian yang lebih akurat dan lebih relevan sesuai dengan permintaan pencarian pengguna.

PageRank inilah yang kemudian terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga menjadi fondasi bagi terciptanya mesin pencari Google.

Setelah itu kedua mahasiswa pascasarjana di Stanford University ini kembali berkolaborasi untuk mengembangkan satu protipe mesin pencari, yang dipanggil BackRub, yaitu sebuah sistem untuk menganalisis relevansi dari link kembali (backlink) yang menghubungkan satu halaman Web dengan halaman web yang lain untuk menentukan seberapa penting sebuah situs.

Baca Juga: Cara Memilih Headset Bluetooth Terbaik Dari Berbagai Merk

Algoritma ini mampu memberikan peringkat sebuah halaman web berdasarkan berapa banyak “backlink” pada halaman itu.

Pada tahun 1997, Larry dan Sergey mengganti nama BackRub menjadi Googol. “Googol” adalah istilah matematika untuk angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol. Nama ini diambil untuk menjelaskan misi Google sebagai gudang informasi tak terbatas di internet.

Namun menurut cerita, adalah Andy Bechtolsheim, investor pertama, yang rupanya salah mengeja nama Googol menjadi Google, dan telanjur menuliskan Google Inc dalam cek-nya. Hal itu membuat Sergey dan Larry akhirnya “mentok” dan terpaksa menggunakan nama Google untuk mesin pencari mereka.

Baca Juga: Tak Perlu Lagi Undang Guru Datang ke Rumah dengan Pendidikan Online

Sergey dan Larry bekerja keras mengoperasikan ciptaannya dengan memanfaatkan internet universitas dari sebuah kamar di kampus Standford University. Awalnya, Google dioperasikan di bawah situs Universitas Stanford, dengan domain google.stanford.edu dan z.stanford.edu.

Pada tahun 2001, Google menerima paten untuk algortihma PageRank-nya. Paten ini secara resmi terdaftar atas nama Universitas Stanford dan mencantum nama Lawrence Larry Page sebagai penciptanya.

Untuk dapat mengambil alih paten itu secara penuh, Google memberikan sahamnya kepada Standford University yang kemudian saham itu dijual pada tahun 2005 seharga $336 juta dolar.

Walter Pinemhttps://walterpinem.me/
Traveler, Teknisi SEO, dan Programmer WordPress. Aktif di Seni Berpikir, A Rookie Traveler, GEN20, Payung Merah, dan De Quixote.

Bacaan SelanjutnyaPENTING
Topik Menarik Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ikuti Kami!

1,390FansLike
762FollowersFollow
210SubscribersSubscribe

Terpopuler

Disponsori Oleh